Indonesia Menyapa, Jakarta — Presenter Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, melontarkan kritik terhadap pernyataan pihak Sarwendah. Minola menyentil soal pihak Sarwendah yang menyebut pertemuan anak-anak dengan presenter berusia 42 tahun itu di bandara beberapa hari lalu sebagai bentuk kebesaran hati.
Minola Sebayang menegaskan mempertemukan anak dengan ayah kandungnya bukanlah sebuah kemurahan hati dari ibu, melainkan sebuah kewajiban hukum yang sudah disepakati bersama.
Perselisihan ini bermula ketika kuasa hukum Sarwendah mengklaim kliennya berbesar hati menunggu di bandara agar Thalia dan Thania bisa bertemu Ruben Onsu sebelum berangkat umrah. Menanggapi hal tersebut, Minola Sebayang meminta semua pihak untuk menggunakan logika sehat dan tidak terjebak dalam framing yang dianggap tidak tepat.
“Tidak ada kebesaran hati, itu kewajiban karena kalau kebesaran hati, artinya given. Saya besar hati ingin mempertemukan, nggak begitu. Itu kewajiban dia untuk membuat anaknya bisa bertemu dengan ayahnya,” kata Minola Sebayang dalam wawancara virtual, Kamis (25/6/2026).
Minola Sebayang mengingatkan Ruben Onsu dan Sarwendah telah menandatangani kesepakatan pascacerai yang secara sah mengatur pembagian waktu anak. Dalam kesepakatan tersebut, presenter Brownis Trans TV itu memiliki hak untuk berkumpul bersama anak-anaknya selama dua hingga tiga hari dalam satu minggu, bukan sekadar pertemuan singkat di tempat umum.
“Pertemuan itu juga harus berkualitas. Makanya selalu ada namanya quality time. Bukan ketika mau berangkat umrah pas-pasan. Tapi kami tetap menghargai kesempatan itu, pertemuan itu karena bagaimanapun Ruben bisa bertemu dengan anaknya yang sudah lama tidak ketemu sebelum dia umrah. Tapi bukan bentuk pertemuan yang seperti itu,” ujar Minola Sebayang.
Lebih lanjut, Minola membandingkan situasi tersebut dengan nafkah yang diberikan oleh Ruben Onsu. Menurutnya, jika segala tindakan orang tua diklaim sebagai kebesaran hati, maka tanggung jawab finansial yang dijalankan kliennya bisa disebut demikian.
“Jadi apakah bisa dikatakan Ruben kemarin ngasih uang Rp200 juta itu kebesaran hati Ruben? Tidak. Kewajiban. Jadi janganlah kita berretorika kata-kata karena hukum itu adalah logika. Coba kalian berpikir, logika nggak sih kalau ada seorang ibu mempertemukan anaknya kepada ayah kandungnya, itu sebagai kebesaran hati?” tegasnya.
Pihak Ruben Onsu memperingatkan klaim kebesaran hati justru bisa menjadi bumerang untuk Sarwendah. Jika pertemuan di bandara tersebut disebut sebagai bukti kebesaran hati, maka hal itu secara tidak langsung mengisyaratkan selama ini pihak Sarwendah tidak memiliki itikad baik karena akses pertemuan anak selalu dipersulit.
“Hati-hati, kalau dibilang, ‘Ini bukti kebesaran hati’, selama ini nggak besar hati dong berarti karena tidak mempertemukan anak sama ayahnya? Jangan main-main kata-kata, dong. Itu kewajiban, tapi kewajibannya juga masih belum dikasih seluruhnya,” pungkasnya.
Saat ini, pihak Ruben Onsu tetap menuntut realisasi penuh dari kesepakatan pascacerai agar kliennya bisa mendapatkan waktu menginap bersama anak-anak tanpa pengawasan pihak ketiga.
Mediasi antara kedua belah pihak direncanakan akan berlangsung pada 11 Juli mendatang untuk mencari titik temu atas sengketa pengasuhan yang terus memanas ini.
Sumber: Pihak Ruben Onsu ke Sarwendah: Pertemukan Anak dengan Ayah Bukan Kebesaran Hati

