Ketua Umum ReJO Respons Pernyataan Prabowo soal Masyarakat Desa Tak Terdampak Gejolak Dolar AS

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Ketua Umum Relawan Jokowi atau ReJO for Prabowo Gibran, HM Darmizal merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut masyarakat desa tidak terlalu terdampak gejolak dolar AS.

Menurut Darmizal, ucapan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (15/5/2026) lalu tidak boleh dimaknai secara sempit sebagai sikap anti ekonomi global.

Darmizal menilai, pernyataan tersebut justru menegaskan pentingnya membangun ketahanan ekonomi nasional berbasis desa dan potensi lokal.

“Yang dimaksud adalah sebuah pesan strategis. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang memiliki kemampuan bertahan, memenuhi kebutuhan pokoknya sendiri, dan tidak kehilangan martabat ketika dunia mengalami krisis,” ujar Darmizal kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).

Dia mengatakan, kekuatan desa terlihat dari kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidup tanpa terlalu bergantung pada barang impor maupun fluktuasi mata uang asing.

Menurut Darmizal, sumber karbohidrat masyarakat desa tidak harus bergantung pada gandum atau beras impor, melainkan bisa berasal dari singkong, ubi, jagung, sagu hingga talas yang dinilai lebih sehat dan mudah diperoleh di lingkungan sekitar.

Protein juga dapat dipenuhi dari kolam ikan desa, ternak ayam kampung, telur hingga hasil pertanian lokal.

“Cabai, tomat, daun kelor, pisang, pepaya hingga rempah-rempah tumbuh di halaman sendiri,” katanya.

Darmizal juga menyinggung potensi desa dalam menghasilkan energi dan produk pangan mandiri, mulai dari minyak kelapa tradisional, gula aren, hingga energi berbasis mikrohidro, biogas dan tenaga surya.

Menurut alumni UGM itu, masyarakat desa justru lebih tahan menghadapi tekanan global karena kebutuhan hidupnya tidak sepenuhnya tergantung pada produk luar negeri.

“Ditengah kondisi global yang bergejolak, masyarakat seperti ini justru lebih tahan terhadap turbulensi global. Mereka tidak mudah panik oleh perang dagang, konflik geopolitik, atau pelemahan nilai tukar,” ucapnya.

Dia menegaskan, kearifan lokal bukan berarti menolak modernitas. Sebaliknya, potensi desa harus dipadukan dengan teknologi digital agar mampu menciptakan ekonomi baru.

“Petani desa dapat menggunakan aplikasi digital untuk pemasaran hasil panen. Anak muda desa dapat membangun usaha kopi, gula aren, wisata alam hingga industri pangan sehat berbasis potensi daerah,” kata dia.

Darmizal menilai, tekanan ekonomi global justru bisa menjadi momentum kebangkitan nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap asing.

“Ketika harga impor mahal, bangsa dipaksa menemukan kemampuan dirinya sendiri. Ketika dunia terguncang, kreativitas rakyat tumbuh,” ujarnya.

Ia menegaskan, pesan Prabowo bukan menolak perdagangan internasional maupun pentingnya dolar dalam hubungan ekonomi global.

“Namun kehidupan rakyat sehari-hari tidak boleh rapuh hanya karena gejolak mata uang dunia,” kata Darmizal.

Menurutnya, bangsa besar adalah bangsa yang tetap mampu makan, bekerja dan hidup tenang meski dunia sedang dilanda krisis.

“Indonesia, dengan seluruh kekayaan alam dan kearifan lokalnya, sesungguhnya memiliki kemampuan untuk itu,” pungkasnya.

 

Prabowo Singgung Melemahnya Nilai Tukar Rupiah

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang tengah menjadi perhatian publik.

Prabowo mengimbau jajarannya dan masyarakat untuk tetap tenang karena meyakini fundamental ekonomi nasional saat ini dalam kondisi yang kuat.

Di depan para menteri Kabinet Merah Putih dan kepala daerah, Prabowo berkelakar mengenai pergerakan nilai tukar mata uang asing tersebut.

Ia mengaitkan situasi ekonomi nasional dengan ekspresi dari Menkeu RI Purbaya Yudhi Sadewa.

“Purbaya sekarang populer banget Purbaya itu. Selama Purbaya bisa senyum, tenang aja, enggak usah kau khawatir itu,” seloroh Presiden Prabowo saat menghadiri peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Presiden Prabowo juga mengatakan bahwa fluktuasi nilai mata uang global ini sebenarnya tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat pedesaan.

Menurutnya, perputaran ekonomi mikro di daerah tidak bergantung penuh pada mata uang asing.

“Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa enggak pakai dolar, bener enggak? Yang pusing ya yang itu, yang suka ke luar negeri, ayo siapa ini?” lanjut Presiden Prabowo.

Prabowo meyakini bahwa struktur ekonomi Indonesia secara umum tetap tangguh dalam menghadapi ketidakpastian global.

Ia meminta semua pihak untuk berfokus pada penguatan kapasitas produksi domestik.

“Percaya ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Orang mau ngomong apa, ya mau apa ya, Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita, percaya kepada rakyat kita. Semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat,” tegas Prabowo.

 

Sumber: Ketua Umum ReJO Respons Pernyataan Prabowo soal Masyarakat Desa Tak Terdampak Gejolak Dolar AS – TribunNews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *