Jakarta Dorong UMKM Go Digital, Perputaran Ekonomi Capai Rp67,5 Triliun

UMKM

Indonesia Menyapa, Jakarta — Digitalisasi pasar tradisional kian menjadi fokus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjaga daya saing UMKM di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital. Melalui kolaborasi lintas sektor, upaya mendorong pedagang pasar masuk ke ekosistem transaksi digital terus diperkuat, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi yang kini menuntut kecepatan, kemudahan, dan transparansi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menekankan bahwa Jakarta tengah bergerak menjadi kota global yang inklusif, dengan memastikan seluruh lapisan masyarakat memiliki akses yang sama terhadap peluang ekonomi, termasuk melalui transformasi digital.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan sektor digital menjadi fondasi penting dalam memastikan UMKM tidak tertinggal di tengah arus transformasi teknologi.

“Boleh kita semua berbeda, tetapi dipersatukan oleh kesetiaan untuk tidak pernah menyerah mencintai Jakarta. Kita ingin memastikan semua warga punya tempat, semua punya ruang, dan semua punya harapan di kota ini,” tegasnya.

Pernyataan Rano disampaikan dalam rangkaian Jakarta Festive Wonder yang disebut memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah. Sejak periode perayaan akhir tahun hingga saat ini, perputaran ekonomi di Jakarta tercatat mencapai sekitar Rp 67,5 triliun.

Selain itu, program mudik ke Jakarta yang diinisiasi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga mencatat transaksi hingga Rp20 miliar. Angka ini menunjukkan aktivitas ekonomi yang tetap bergerak dinamis, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat pertumbuhan.

Digitalisasi UMKM menjadi salah satu fokus utama dalam menjaga momentum tersebut. Pemanfaatan teknologi dinilai krusial untuk memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi transaksi, serta memperkuat daya saing pelaku usaha kecil, termasuk pedagang pasar tradisional.

Sejumlah inisiatif terus digencarkan untuk membawa pelaku UMKM dan pedagang pasar masuk ke ekosistem digital. Program seperti Jakpreneur dan pembinaan di bawah Perumda Pasar Jaya menjadi ujung tombak dalam mempercepat adopsi teknologi di sektor ini.

Pendekatan yang dilakukan tidak hanya sebatas penyediaan teknologi, tetapi juga edukasi berkelanjutan agar pelaku usaha mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin digital.

 

Rangkaian Jakarta Festive Wonder yang turut mendorong digitalisasi pasar tradisional.
Rangkaian Jakarta Festive Wonder yang turut mendorong digitalisasi pasar tradisional. Foto: Netzme

 

Di tengah acara tersebut, PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme) menerima penghargaan sebagai Mitra Kolaborator Pemprov DKI Jakarta atas kontribusinya dalam mendorong digitalisasi UMKM dan pedagang pasar.

CCO Netzme, Bayu Wijanarto, mengatakan penghargaan ini menjadi dorongan untuk terus memperkuat ekonomi akar rumput melalui teknologi, salah satunya lewat solusi QRIS Soundbox yang membantu transaksi lebih aman dan praktis bagi pedagang.

“Sejalan dengan pesan Bapak Rano Karno mengenai kota yang merangkul, Netzme hadir untuk merangkul pelaku usaha yang selama ini kesulitan menjangkau teknologi finansial. Melalui QRIS Soundbox dan program edukasi berkelanjutan bersama Jakpreneur serta Pasar Jaya, kami ingin memastikan pedagang pasar tidak merasa asing dengan kemajuan digital di kotanya sendiri,” ujarnya.

Penghargaan ini sekaligus menegaskan peran kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif, tanpa meninggalkan pelaku usaha di level paling dasar.

 

Sumber: Jakarta Dorong UMKM Go Digital, Perputaran Ekonomi Capai Rp67,5 Triliun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *