Indonesia Menyapa, Makassar — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar mencatat porsi penyaluran kredit sektor Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terhadap total kredit di Sulawesi Selatan yaitu sebesar 36,32 persen atau mencapai Rp61,58 triliun. Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin mengatakan nilai ini tumbuh sebesar 0,75 persen (yoy) pada posisi Januari 2026.
“Kredit UMKM di Sulawesi Selatan didominasi oleh usaha mikro dengan share 57,30 persen, disusul usaha kecil 27,72 persen dan usaha menengah 14,98 persen,”kata Muchlasin, Rabu 11 Maret 2026.
Dikatakan jika dilihat secara keseluruhan, kredit UMKM telah disalurkan kepada 909.544 debitur. Di sisi lain, Moch Muchlasin menyebut penyaluran kredit di Sulawesi Selatan tumbuh sebesar 5,56 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp173,03 triliun.
“Kredit produktif mendominasi penyaluran tersebut dengan pangsa 52,88 persen dan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan kredit melalui akselerasi pertumbuhan dibandingkan beberapa periode sebelumnya,”ungkap Muchlasin .
Di sisi lain kredit konsumtif juga masih mencatatkan pertumbuhan yang tinggi yaitu sebesar 8,08 persen. Adapun dari data OJK Sulselbar, penyaluran kredit produktif di Sulawesi Selatan yang paling tinggi berada di Kota Makassar sebesar 52,16 persen, disusul Kota Palopo sebesar 7,05 persen lalu Kota Pare-Pare sebesar 4,15 persen. Sedangkan yang paling rendah yakni Luwu 0,07 persen.
Sementara untuk kredit berdasarkan lapangan usaha di Sulawesi Selatan didominasi di sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp38,21 Triliun lalu Pertanian, perburuan dan Kehutanan sebesar Rp15,80 Triliun disusul Industri Pengolahan sebesar Rp8,32 Triliun kemudian Konstruksi sebesar Rp4,97 Triliun, Real Estate, Usaha Persewahan & Jasa Perusahaan sebesar Rp3,83 Triliun Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, dan Hiburan sebesar Rp3,75 Triliun dan yang paling rendah yakni Pertambangan dan Penggalian sebesar Rp2,43 Triliun.
Sumber: Kredit Usaha Mikro Dominasi Penyaluran Kredit UMKM di Sulsel – RRI.co.id

