Indonesia Menyapa, Jakarta — Bupati Lampung Tengah (Lamteng), Ardito Wijaya, sempat menghadiri peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang digelar di Nuwo Balak, Kecamatan Gunungsugih pada Selasa (9/12/2025) sebelum terjaring OTT KPK.
Penyidik dari lembaga anti rasuah melakukan OTT pada Rabu (10/12/2025).
Hal ini diketahui dari unggahan video di akun Instagram Pemkab Lampung Tengah.
Dalam video itu yang dilihat Tribunnews.com pada Kamis (11/12/2025), Ardito tampak mengenakan Pakaian Dinas Harian (PDH) berwarna cokelat dan peci hitam.
Selain itu, dirinya terlihat memberikan sambutan. Ardito turut memberikan pin berwarna merah serta plakat kepada para jajarannya.
Diduga pin dan plakat itu, merupakan simbol bagi pegawai Pemkab Lamteng yang dinobatkan anti korupsi.
Dirinya turut menerbangkan burung merpati sebagai simbol pembukaan acara Hakordia 2025 bersama pejabat di lingkungan Pemkab Lampung Tengah.
Kini, Ardito telah berada di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan untuk diperiksa secara intensif.
Saat tiba, ia terlihat mengenakan kemeja hitam, jaket, celana hitam, dan topi putih. Selain itu, dia membawa satu koper.
Ketika ditanya awak media apakah kabur saat terjaring OTT, Ardito membantahnya.
“Selama ini kabur ke mana?” tanya awak media.
“Di rumah saja,” jawab Ardito singkat.
Di sisi lain, Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, menuturkan OTT terhadap Ardito terkait dugaan suap proyek di lingkungan Pemkab Lamteng.
“Benar (Ardito ditangkap). (OTT terkait) Suap proyek,” kata Fitroh.
Selain Ardito, ada pejabat lain yang turut terjaring OTT yakni anggota DPRD Lamteng.
KPK pun belum mengumumkan detail duduk perkara kasus seperti suap terkait proyek apa, modus, hingga kerugian yang dialami negara.
Profil dan Harta Kekayaan Ardito Wijaya
Ardito Wijaya merupakan sosok kelahiran Bandar Jaya, Lampung Tengah, pada 23 Januari 1980 atau kini berusia 45 tahun.
Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Trisakti pada tahun 2008.
Ardito lantas melanjutkan pendidikannya di Universitas Mitra Indonesai dan meraih gelar masternya di bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) pada tahun lalu.
Sebelum terjun ke dunia politik, ia berprofesi sebagai dokter dan sempat mengabdi di Puskesmas Seputih, Surabaya pada tahun 2010-2011.
Lalu, Ardito juga sempat bertugas di Puskesmas Rumbia, Lampung Tengah, setahun kemudian.
Setelah itu, dirinya pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantansan Penyakit Menular (Kabid P2PL) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Tengah selama dua tahun dari 2014-2016.
Ardito mulai terjun ke dunia politik dengan langsung mencalonkan diri sebagai kepala daerah.
Pada Pilkada 2020, kader PKB ini mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Lampung Tengah dan berpasangan dengan Musa Ahmad.
Mereka pun memenangkan kontestasi tersebut dan mengalahkan rivalnya yakni Nessy Kalvia-Imam Suhadi serta Loekman Djoyosoemarto-Ilyas Hayani Muda.
Dikutip dari laman KPU Lampung, Musa-Ardito meraih 323.064 suara. Sementara Nessy-Imam berada di peringkat dua dengan raihan 189-276 suara.
Lalu, Loekman-Ilyas hanya meraih 128.940 suara.
Setelah itu, pada Pilkada 2024, dirinya kembali berkontestasi dan mencalonkan diri sebagai Bupati Lampung Tengah.
Namun, pencalonannya itu sempat terganjal karena PKB tidak merekomendasikannya.
Akhirnya, dirinya diusung oleh PDIP dan berpasangan dengan I Komang Suheri, dikutip dari Tribun Lampung.
Ardito pun bersaing dengan pasangan sebelumnya yakni Musa Ahmad. Namun tak disangka, Ardito yang tak diunggulkan justru menang telak dari Musa.
Dia mampu meraih 369.974 suara atau 63,71 persen. Sementara Musa Ahmad yang berpasangan dengan kader Partai Gerindra, Ahsan As’ad hanya meraup 210.741 suara atau 36,29 persen.
Di sisi lain, Ardito memiliki harta kekayaan sebesar Rp12,8 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK periodik 2024 yang dilaporkannya pada 10 April 2025.
Mayoritas kekayaannya bersumber dari lima unit tanah dan bangunan yang berada di Lampung Tengah senilai Rp12 miliar.
Lalu, dia tercatat memiliki dua mobil dengan merek Toyota Fortuner dan Honda CR-V serta satu sepeda motor Suzuki dengan total nilai Rp705 juta.
Ardito juga tercatat memiliki aset berupa kas dan setara kas senilai Rp117 juta.

