Roy Suryo Sindir Lokasi Pemeriksaan Jokowi di Lounge Polresta Solo: Sangat Mewah, Nggak Wajar

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Pakar telematika Roy Suryo mengkritik lokasi pemeriksaan mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait laporan dugaan pencemaran nama baik atau fitnah atas tudingan ijazah palsu.

Menurut Roy, tempat pemeriksaan Jokowi terbilang sangat mewah dan itu tidak wajar.

“Diperiksa di mana? Di Solo, di ruangan yang sangat mewah. Lounge ya, Polresta Lounge,” kata Roy Suryo dalam program Dua Arah yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, Jumat (25/7/2025).

“Wajar enggak pemeriksaan kayak gitu? Enggak wajar,” tambahnya.

Adapun Jokowi melayangkan laporan pencemaran nama baik/fitnah buntut dari tudingan ijazah palsu pada 30 Maret 2025 lalu.

Dalam laporannya, ada beberapa nama terlapor, yakni Roy Suryo, ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar, Dokter Tifa (Tifauzia Tyassuma), serta dua inisia lain, yakni ES dan K.

Laporan ini pun menjadi bentuk keseriusan tanggapan atas polemik keabsahan ijazah yang ia hadapi bertahun-tahun.

Laporan kasus dugaan pencemaran nama baik/fitnah buntut tudingan ijazah palsu yang dilayangkan Jokowi telah naik ke tahap penyidikan pada Jumat (11/7/2025).

Terbaru, Jokowi telah memenuhi undangan Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan atas laporan yang ia layangkan ini.

Ayah Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka tersebut diperiksa di Solo, tepatnya di Polresta Solo pada Rabu (23/7/2025).

Polresta Solo terletak di Jalan Slamet Riyadi No. 376, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah.

Mengenakan kemeja putih dan membawa ijazah dari jenjang SD hingga S1, Jokowi diperiksa di ruang pemeriksaan Satreskrim Polresta Solo.

Saat diperiksa, Jokowi didampingi oleh kuasa hukumnya, Yakup Hasibuan.

Pemeriksaan berlangsung selama kurang lebih tiga jam, dan saat ditanya oleh media, Jokowi mengaku mendapat 45 pertanyaan dari penyidik.

 

RUANG PEMERIKSAAN - Pemeriksaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) oleh penyidik Polda Metro Jaya di Polresta Solo, Senin (22/7/2025), menarik perhatian bukan hanya karena sosok yang diperiksa, namun juga karena lokasi pemeriksaan yang dinilai tidak biasa. Pasalnya, Jokowi menjalani pemeriksaan bukan di ruang penyidikan seperti umumnya. Ia didampingi Yakup Hasibuan. (Istimewa)
RUANG PEMERIKSAAN – Pemeriksaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) oleh penyidik Polda Metro Jaya di Polresta Solo, Senin (22/7/2025), menarik perhatian bukan hanya karena sosok yang diperiksa, namun juga karena lokasi pemeriksaan yang dinilai tidak biasa. Pasalnya, Jokowi menjalani pemeriksaan bukan di ruang penyidikan seperti umumnya. Ia didampingi Yakup Hasibuan. (Istimewa) (Tribun Solo (Istimewa))

 

Diperiksa di Lounge

Lokasi pemeriksaan Jokowi oleh penyidik Polda Metro Jaya di Polresta Solo menuai sorotan, sebab bukan di ruang penyidikan seperti umumnya.

Jokowi diperiksa di sebuah ruangan di lantai dua yang biasa digunakan untuk menerima tamu penting di lingkungan Polresta Solo.

Biasanya, lokasi penyidikan bagi saksi maupun tersangka bertempat di lantai tiga gedung utama Polresta Solo, tepatnya di unit Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim).

Selain itu, ruangan tempat Jokowi diperiksa tampak mewah dan berkelas, dengan interior yang ditata seperti lounge.

Ruangan tersebut bergaya minimalis, dengan nuansa warna netral seperti abu-abu muda, hitam, dan putih, dinding kanan dan kiri terdiri dari panel kaca besar berbingkai hitam yang terkesan elegan.

 

Roy Suryo: Seharusnya Jokowi yang Datang Sendiri

Kemudian, Roy Suryo pun melontarkan kritikan terhadap Jokowi yang memilih sendiri lokasi pemeriksaan yang akan ia jalani.

Menurutnya, seseorang harusnya datang ke lokasi pemeriksaan yang ditentukan polisi, bukan meminta atau memilih mau diperiksa di mana.

Ia pun menyoroti kondisi Jokowi yang masih sehat dan sempat menghadiri Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Sabtu (19/7/2025) atau hanya empat hari sebelum diperiksa di Polresta Solo.

“Orang kalau diperiksa itu harusnya datang. Kecuali dia sakit terbaring, diinfus, enggak bisa jalan,” tutur Roy, masih dikutip dari program Dua Arah.

“Jokowinya masih sehat, masih teriak-teriak di kongres PSI kok, gitu loh. Kok tiba-tiba minta diperiksa,” jelas Roy.

Roy pun menyindir, berarti dirinya juga boleh memilih lokasi pemeriksaan yang ia mau jika sewaktu-waktu nanti diperiksa oleh kepolisian.

“Nanti teman saya Rismon itu akan minta juga diperiksa di Balige, di Polres Baligi harus boleh ya kan gitu,” kata Roy.

“Saya, misalnya mau diperiksa, di Jogja aja deh gitu, harus boleh. Kalau enggak, Polri dianggap kemudian subjektif dan kemudian tidak fair,” tandasnya.

Sebelumnya, Jokowi diketahui memang telah meminta penjadwalan ulang terkait pemeriksaan ini karena alasan kesehatan.

Adapun Jokowi melalui tim kuasa hukumnya yang dipimpin Yakup Hasibuan telah mengajukan pemindahan pemeriksaan ke Polresta Solo pada Selasa (22/7/2025).

Dasar pengajuan pemeriksaan di Polresta Solo adalah karena penyidik Polda Metro Jaya sedang memeriksa saksi di Kota Solo dalam beberapa waktu terakhir.

Yakup Hasibuan juga mengatakan, permintaan pemeriksaan yang berada di Kota Solo adalah lumrah dilaksanakan dan tidak melanggar prosedur hukum.

“Menghormati dan dilakukan saja sesuai prosedur. Kan secara peraturan perundang-undangan, teknis penyidikan pun memang dimungkinkan. Saksi ada domisili di mana, diperiksa di kantor kepolisian setempat,” tutur Yakup.

 

Sumber: Roy Suryo Sindir Lokasi Pemeriksaan Jokowi di Lounge Polresta Solo: Sangat Mewah, Nggak Wajar – TribunNews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *