BGN Melibatkan 2.700 Pelaku UMKM untuk Menyukseskan Program MBG

UMKM

Indonesia Menyapa, Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) melibatkan sekitar 2.700 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto.

Total 2.700 pelaku UMKM itu terlibat dalam rantai pasok makanan di 1.343 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG pada 28 provinsi di Indonesia.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan bahwa supplier yang terlibat dalam distribusi MBG seluruhnya merupakan pelaku UMKM. Menurut dia, pada setiap daerah UMKM bekerja sama dengan MBG menyuplai bahan baku, seperti ayur, telur, daging, tahu, dan tempe.

“Di setiap SPPG berdiri maka dibutuhkan juga minimal 15 supplier dan itu rata-rata UMKM. Sekarang sudah tercatat 2.700-an yang terlibat di dalam rantai pasok makan bergizi, selain koperasi dan lain-lain,” katanya.

Dadan menyampaikan itu dalam kegiatan ‘Kick-off Piloting ‘Perluasan Keterlibatan UMKM dalam Program MBG’ di Pondok Pesantren Yayasan Al-Kasyaf, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Senin (19/5).

“Jadi, ini sudah cukup besar tenaga kerja yang terlibat,  sudah hampir 52 ribu. Kami targetkan tahun ini bisa 30 ribu SPPG yang akan melibatkan hampir 1,5 juta yang bekerja,” tambahnya.

Dadan menjelaskan bahwa di Kabupaten Bandung dibutuhkan 361 SPPG untuk menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah.

SPPG tersebut diharapkan bisa menghasilkan Rp 361 miliar untuk para pelaku UMKM yang terlibat dalam program MBG.

“Ini ada di wilayah Kabupaten Bandung, harus ada 361 SPPG, akan ada uang ke Kabupaten Bandung itu Rp 361 miliar,” katanya.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menuturkan keterlibatan pelaku UMKM dalam program makan bergizi berdampak positif untuk perekonomian masyarakat.

Pelaku UMKM yang kesulitan mendapatkan kostumer, kini akan memiliki konsumen tetap karena melayani MBG.

“Berdasarkan arahan perintah Pak Presiden, kami lintas institusi, baik yang horizontal maupun vertikal, saling berkolaborasi. Selain bekal pendidikan yang baik, tetapi juga harus ada bekal asupan nutrisi yang baik supaya pertumbuhkembangan anak menjadi lebih optimal dan cerdas,” kata Maman di tempat yang sama.

Politikus Partai Golkar itu menambahkan bahwa dampak dari program MBG tidak hanya dirasakan penerima manfaat, seperti pelajar dan ibu hamil/menyusui, tetapi juga pelaku usaha.

Banyak pasokan bahan baku yang diambil dari pelaku usaha lokal. Mereka memasok bahan makanan ke SPPG yang sudah bekerja sama.

“Ini semangat dan tujuan Pak Presiden menggulirkan MBG. Oleh karena itu, kami dari Kementerian UMKM juga selain ingin men-support, menyukseskan MBG ini, juga berkepentingan agar ada manfaat ekonomi yang seluas-luasnya di daerah sekitar, di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi,” paparnya.

 

Sumber: BGN Melibatkan 2.700 Pelaku UMKM untuk Menyukseskan Program MBG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *