Indonesia Menyapa, Gresik – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gresik. Kunjungan tersebut untuk menghadiri panen raya dan serap gabah di Desa Sirnoboyo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Dalam kunjungan tersebut, Mentan didampingi oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) dan Kepala Pusat Pelatihan yang memiliki peran penting dalam mendukung program pertanian dan peningkatan kapasitas petani serta penyuluh.
Dalam acara panen raya ini, Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah terus menjaga keseimbangan harga gabah di tingkat petani. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah serta meningkatkan serapan gabah oleh Bulog guna menghindari penurunan harga saat panen raya.
“Harga gabah harus stabil agar petani mendapatkan keuntungan yang layak. Pemerintah juga memastikan bahwa pupuk bersubsidi tersedia dengan cukup bagi mereka,” ujar Mentan Amran.
Menurutnya, keberhasilan panen di Gresik ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, penyuluh, dan petani. Dengan luas panen mencapai 195 hektare, serta varietas unggul Inpari 32 yang memiliki produktivitas 6,4 hingga 6,5 ton per hektar, Gresik menjadi salah satu daerah dengan kontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya data dan perencanaan yang akurat dalam mendukung program pertanian. Ia menegaskan bahwa pengelolaan data pertanian yang lebih baik akan membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat terkait produksi dan distribusi pangan.
“Kami memastikan bahwa data produksi dan kebutuhan petani tersusun dengan baik, sehingga dapat digunakan sebagai dasar kebijakan yang lebih efektif,” katanya
Sementara itu, kehadiran Kepala Pusat Pelatihan Inneke Kusumawaty dalam kegiatan ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian. Ia menyampaikan bahwa pelatihan dan pendampingan bagi petani dan penyuluh akan terus diperkuat agar target produksi nasional dapat tercapai.
“Pelatihan bagi petani dan penyuluh merupakan kunci utama dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Kami akan terus mendukung mereka dengan berbagai program pelatihan berbasis teknologi modern,” ujarnya.

