Menata, Ify Alyssa Akhirnya Bicara Kisah Pribadi

Selebriti

Indonesia Menyapa, Jakarta — Penyanyi Ify Alyssa akhirnya merilis album terbaru yang bertitel Menata.

Album dengan balutan jazzy pop yang khas itu dikerjakan olehnya bersama produser Ari Renaldi.

Ify Alyssa mengatakan Menata menceritakan perjalanan personal dirinya melewati berbagai fase kehidupan dengan kedewasaan hati dan pikiran, melakukan refleksi, dan menemukan keseimbangan baru.

Menurutnya, album itu spesial karena untuk pertama kalinya dirinya mencurahkan kisah dan perasaannya secara langsung ke dalam lagu.

“Karya-karyaku sebelumnya tidak pernah benar-benar melibatkan cerita pribadiku. Menata menjadi ruang baru untuk mengekspresikan perasaanku lewat musik,” ungkap Ify Alyssa.

Perempuan berusia 28 tahun itu menjelaskan, album Menata secara kronologi untuk menggambarkan perkembangan sebuah hubungan.

Tiga lagu awal Semesta Menari, Roda-Roda, dan Bersemi mencerminkan kebahagiaan dan keindahan awal hubungan.

Lagu Dalam Gurauan menggambarkan sisi rapuh ketika janji-janji yang disampaikan saat bersenda gurau tidak lagi terpenuhi.

Kemudian, Berhenti menuturkan rasa lelah dan kebuntuan yang muncul dalam hubungan, diikuti dengan Tak Istimewa yang merefleksikan bagaimana akhir hubungan tidak harus menyisakan permusuhan.

Langkah baru dan kemantapan hati untuk membangun diri yang baru disampaikannya pada title track Menata.

Lagu penutup Terima Kasih menjadi ungkapan syukur atas segala yang telah dilalui.

Alur album tersebut mewakili fase kehidupan yang banyak dialami dalam hubungan persahabatan, romansa, maupun keluarga.

Ify Alyssa menyatakan proses kreatif album Menata sangat berkesan bagi dirinya pribadi.

Seperti pada album perdananya, dia juga memberi perhatian besar pada elemen visual pada album kedua. Warna biru muda, elemen bunga, serta daun ginkgo yang dipilih secara tidak sengaja merepresentasikan ketenangan dan proses penyembuhan.

Sementara itu, inspirasi lirik untuk Menata sering datang di waktu-waktu yang tidak terduga.

Referensi musik dari era 80-90an, seperti aransemen Motown dalam lagu Bersemi, serta elemen kejutan seperti saxophone, turut mewarnai album tersebut.

Dalam album kedua itu, Ify Alyssa melakukan kurasi musik yang lebih terarah dan matang, dengan sentuhan autentik serta jujur yang khas.

Menurutnya, Menata adalah sebuah perjalanan untuk menemukan titik baru dan menjadi diri yang semakin baik.

Album tersebut sudah tersedia di berbagai platform musik digital, menghadirkan melodi yang penuh kejujuran dan keberanian.

Sebagai musisi independen, Ify Alyssa sebelumnya telah merilis sejumlah karya, termasuk album debut Pelita Lara (2020) dengan lagu-lagu favorit seperti Dua Insan dan What About Us.

 

Sumber: Menata, Ify Alyssa Akhirnya Bicara Kisah Pribadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *