Indonesia Menyapa, Banjarmasin — Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam menggerakkan roda ekonomi di Kalimantan Selatan (Kalsel). Berdasarkan data, terdapat 364.628 UMKM yang tersebar di berbagai kabupaten/kota, Didominasi sektor perdagangan besar dan eceran.
Sektor ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah dengan kontribusi yang signifikan terhadap lapangan kerja dan aktivitas ekonomi lokal. Kabupaten Banjar menjadi wilayah dengan jumlah UMKM terbanyak di Kalsel, mencapai 67.655 pelaku usaha.
Wilayah ini dikenal sebagai sentra kerajinan intan permata yang menarik perhatian pasar lokal maupun luar daerah. Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalsel, Syafriadi, menyebutkan bahwa UMKM di Kabupaten Banjar memiliki potensi besar untuk terus berkembang dengan dukungan akses pasar yang luas. “Kota Banjarmasin, sebagai pusat perekonomian Kalsel, mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar dengan 12.920 debitur. Literasi keuangan UMKM di kota ini relatif tinggi, didukung akses yang lebih mudah ke layanan perbankan,” ujarnya, Kamis (26/12/2024).
Hal ini memberikan dorongan signifikan bagi pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya melalui pembiayaan yang terjangkau. Sektor perdagangan besar dan eceran menjadi yang paling dominan dalam penyaluran KUR.
UMKM di Kalsel semakin diuntungkan dengan akses pembiayaan yang lebih baik, memungkinkan mereka memperluas usaha dan meningkatkan daya saing. Dengan dukungan yang terus ditingkatkan, UMKM di Kalsel diharapkan mampu terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Sumber: RRI.co.id – UMKM Kalsel, Penggerak Utama Ekonomi Daerah yang Potensial

