Indonesia Menyapa, Jakarta — Setidaknya ada tiga anggota keluarga Presiden Prabowo Subianto yang kini duduk di kursi pemerintahan.
Mereka adalah mantan istri Prabowo, Siti Hediati Soeharto alias Titiek Soeharto, serta adik-kakak Djiwandono, yaitu Thomas Djiwandono dan Budisatrio Djiwandono.
Titiek dan Budisatrio saat ini sama-sama duduk di kursi legislatif sebagai anggota DPR RI periode 2024-2029.
Sementara, Thomas baru saja terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Sebelumnya, ada anggota keluarga Prabowo lain yang juga duduk di kursi DPR RI, yaitu putri dari Hashim Djojohadikusumo, Rahayu Saraswati.
Namun, pada September 2025, Rahayu memutuskan mundur sebagai wakil rakyat karena pernyataannya dalam sebuah siniar yang dianggap kontroversial.
“Walaupun niat saya sebenarnya ingin mendorong entrepreneurship, terutama di zaman transformasi digital yang membuka peluang seluas-luasnya di dunia ekonomi kreatif, saya paham kata-kata saya telah menyakiti banyak pihak, terutama yang masih berjuang untuk menghidupi keluarganya,” kata perempuan yang akrab disapa Sara, lewat unggahannya di Instagram.
“Kesalahan sepenuhnya ada di saya. Oleh sebab itu, melalui pesan ini, saya ucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ucapan dan kesalahan saya,” imbuhnya.
1. Siti Hediati Soeharto
Siti Hediati Soeharto alias Titiek Soeharto lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 14 April 1959.
Dikutip dari laman dpr.go.id, Titiek merupakan lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia (UI) tahun 1985.
Meskipun Titiek merupakan mantan istri Prabowo Subianto, hubungan keduanya masih terjalin baik hingga saat ini.
Titiek yang awalnya merupakan politisi Golkar, memutuskan pindah ke partai Prabowo, Gerindra, pada 2023.
Setelahnya, ia maju sebagai calon anggota DPR RI lewat Gerindra untuk daerah pemilihan (dapil) DI Yogyakarta.
Saat ini, Titiek menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPR RI periode 2024-2029.
Karier Titiek di DPR RI sudah dimulai sejak 2014, di mana kala itu ia menjadi wakil rakyat dari Fraksi Golkar.
Di periode yang sama, ia terpilih menjadi Ketua Komisi IV DPR RI.
Kemudian, pada 2017, ia menjadi Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP).
Sebelum bergabung dengan Gerindra pada 2024, Titiek termasuk orang penting di Golkar, partai yang didirikan sang ayah, Soeharto, bersama tokoh-tokoh militer Angkatan Darat (AD).
Ia tercatat pernah menjadi Ketua Bidang Pertanian dan Nelayan DPP Golkar (2012), Wakil Ketua Umum DPP Golkar (2014), Wakil Ketua Dewan Pakar DPP Golkar (2016), dan Wakil Ketua Koordinator Bidang Pertama DPP Golkar (2018).
Sementara, setelah bergabung dengan Gerindra, Titiek dipercaya menjadi Wakil Ketua Dewan Pembina.
Budisatrio Djiwandono lahir pada 25 September 1981 di Jakarta.
Ia merupakan anak dari pasangan Joseph Sudrajad Djiwandono dan kakak Prabowo Subianto, Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo.
Budisatrio merupakan adik dari Thomas Djiwandono, mantan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) yang terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Artinya, Budisatrio juga keponakan dari Prabowo.
Dikutip dari laman Fraksi Gerindra, Budisatrio menempuh pendidikan SMA di Berskhire School, Amerika Serikat (AS).
Ia kemudian melanjutkan kuliah di Clark University AS dengan mengambil fokus Hubungan Pemerintah dan Internasional.
Karier politiknya dimulai saat bergabung dengan organisasi sayap Gerindra, Tunas Indonesia Raya (TIDAR) dan menjabat sebagai Wakil Ketua Umum (2008-2016).
Dari TIDAR, Budisatrio dipercaya menjadi Ketua Bidang Investasi dan Pasar Modal Gerindra (2012) dan ditunjuk sebagai Ketua DPD Gerindra Provinsi Kalimantan Utara (2015-2018).
Pada 2020, ia bergabung menjadi anggota Dewan Pembina DPP Gerindra (2020-2025) dan Ketua Bidang Pertanian DPP Gerindra (2020-2025).
Budisatrio juga aktif di organisasi Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi).
Di Perbasi, ia pernah menjabat sebagai Bendahara Umum (2015-2016) dan Sekretaris Jenderal (2016-2019).
Ia juga menjabat sebagai Ketua Umum untuk organisasi Pemuda Tani Indonesia (2021-2025).
Selain aktif di dunia politik, Budisatrio juga memiliki pengalaman luas di sektor bisnis dan menduduki berbagai posisi strategis di sejumlah perusahaan, yaitu:
- Wakil Direktur Utama PT Nusantara Energy;
- Wakil Direktur Utama PT Kertas Nusantara;
- Direktur Utama PT Nusantara Pandu Energi;
- Direktur Utama PT Kurnia Tidak Abadi;
- Komisaris PT Satrio Putra Tidar.
Di DPRI RI, Budisatrio telah meniti karier sejak 2019
Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPR RI dan Wakil Ketua Komisi I DPR RI.
Sebelumnya, Budisatrio menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI (2019-2024).
Baru-baru ini, nama Budisatrio diisukan masuk bursa Menteri Luar Negeri (Menlu) di tengah isu reshuffle kabinet.
Budisatrio disebut akan menggantikan Sugiono sebagai Menlu.
Thomas Djiwandono merupakan politisi Gerindra, partai yang didirikan pamannya, Prabowo Subianto.
Ia merupakan keponakan dari Prabowo. Sang ibu, Biantiningsih Miderawati, adalah kakak dari orang nomor satu di Republik Indonesia.
Dikutip dari laman resmi Gerindra, Thomas lahir pada 7 Mei 1972 di Jakarta.
Ayahnya, Soedrajad Djiwandono, merupakan mantan Gubernur BI yang kini mengajar di Nanyang Technological University (NTU) Singapura.
Thomas adalah lulusan S1 Bidang Studi Sejarah dari Haverford College, Pennsylvania, AS, tahun 1995.
Setelahnya, ia melanjutkan studi S2 Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies di Washington, AS.
Thomas mengawali kariernya sebagai wartawan magang di majalah Tempo 1993.
Setahun setelahnya, ia menjadi wartawan di Indonesia Business Weekly.
Dari media, Thomas “balik arah” menjadi analisis di Whetlock Natwest Securities Hong Kong.
Thomas juga pernah berkarier di Castle Asia pada 1999, menjadi konsultan.
Setelahnya, ia bergabung dengan Comexindo Internasional.
Di perusahan itu, Thomas menduduki jabatan sebagai Direktur Pengembangan Bisnis, Deputi CEO, dan CEO.
Ia juga dipercaya menjadi Deputy CEO Arsari Group, perusahaan pamannya, Hashim Djojohadikusumo, pada 2011-2024.
Setelah bergabung dengan Gerindra, Thomas dipercaya menjadi Bendahara partai.
Thomas diketahui pernah maju sebagai caleg di Kalimantan Barat.
Ia memiliki peranan penting ketika Prabowo maju Pilpres 2014 bersama Hatta Rajasa.
Ayah tiga anak ini dipercaya mengurus kebutuhan logistik bagi tim sukses (timses) Prabowo-Hatta yang diberi nama Koalisi Merah-Putih (KMP).
Di akhir masa jabatan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), Thomas dilantik menjadi Wamenkeu pada 18 Juli 2024.
Jabatan itu kembali ia emban setelah Prabowo terpilih menjadi Presiden RI dan melantiknya pada 21 Oktober 2024.
Pada 27 Januari 2026, namanya terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), mengalahkan dua pesaingnya, Dicky Kartikoyono dan Solihin M Juhro.

