Indonesia Menyapa, Palembang — Pemerintah Kota Palembang terus berupaya mengembangkan program pembinaan kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Ibu Kota Sumatera Selatan itu.
“Pengembangan program tersebut dengan
mengoptimalkan pembinaan sekitar 170 UMKM yang telah berjalan selama ini dan membuka kesempatan bagi yang lain,” kata Sekda Palembang Aprizal Hasyim, di Palembang, Kamis.
Dia menjelaskan, pihaknya melakukan pembinaan melalui Dinas UMKM Palembang yang dilakukan secara bergantian, yakni pelatihan-pelatihan dengan jumlah minimal 200 peserta UMKM dan itu dilakukan secara rutin.
Berbagai pelatihan seperti kerajinan tangan hingga membuat kain songket dan kain jumputan.
Kemudian, pelatihan wirausaha, pendampingan intensif dan kompetisi wirausaha.
“Program-program itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pelaku UMKM dalam mengelola usahanya,” ujarnya.
Kemudian, ada juga pelaku UMKM yang menjadi sasaran prioritas dibantu Pemkot Palembang yakni yang telah terdaftar pada pendataan pembagian kuota 18 kecamatan serta berdasarkan data sasaran keluarga miskin ekstrem.
Pelaku UMKM tersebut secara bertahap juga akan dibantu mendapatkan pinjaman modal hingga akhir 2026 ini, katanya.
Menurut dia, setiap pelaku UMKM bisa mendapat modal pinjaman sebesar Rp5 juta dengan bunga nol persen jika tidak terlambat melaksanakan kewajiban mencicil pinjaman.
Untuk mencegah penyaluran bantuan salah sasaran, ada mekanisme survei ke lokasi UMKM dari pihak bank, yakni Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Palembang, jelas Sekda Aprizal.

