Mahasiswa KKNT UNG Desa Lonuo Dorong UMKM Naik Kelas

UMKM

Indonesia Menyapa, Gorontalo — Mahasiswa KKNT Tahap II Desa Lonuo memperkenalkan inovasi teknologi tepat guna, standardisasi kemasan, dan pemasaran digital untuk meningkatkan kualitas serta daya saing produk UMKM keripik ubi dan bawang goreng.

Kegiatan bertema “Transformasi Usaha Kerupuk dan Bawang Goreng Melalui TTG, Standarisasi Kemasan dan Pemasaran Digital Untuk Ketahanan Pangan Keluarga” tersebut dilaksanakan di Desa Lonuo, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Senin 14 September 2026.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi dan pelatihan yang dibuka Kepala Desa Lonuo, Yunita Suleman, A.Md., serta dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan sekaligus narasumber Roys Pakaya, S.Kom., M.Kom., bersama narasumber lainnya.

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi produksi, nilai jual, dan daya saing produk UMKM lokal, sehingga dapat memberikan dampak terhadap perekonomian dan ketahanan pangan keluarga.

Dalam sosialisasi, mahasiswa dan tim narasumber memperkenalkan tiga pilar utama transformasi usaha, yakni Teknologi Tepat Guna atau TTG, standardisasi kemasan, dan pemasaran digital.

Pada aspek TTG, pelaku UMKM diperkenalkan dengan mesin pemotong yang dapat membantu mempercepat proses produksi kerupuk dan bawang goreng, sekaligus meningkatkan efisiensi dan kebersihan dalam proses pengolahan.

 

Mahasiswa KKNT UNG Desa Lonuo Dorong UMKM Naik Kelas

 

Pelaku usaha juga mendapatkan pelatihan standardisasi kemasan, mulai dari desain yang lebih menarik dan informatif hingga upaya meningkatkan daya simpan produk.

Sementara pada aspek pemasaran digital, peserta mendapatkan praktik penggunaan media digital sekaligus diperkenalkan dengan website penjualan yang diserahkan untuk mendukung pemasaran produk desa dan UMKM.

Kepala Desa Lonuo, Yunita Suleman, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM di desa.

“Kami sangat berterima kasih. Sosialisasi ini sangat dibutuhkan pelaku UMKM kami. Semoga setelah ini produk keripik ubi Desa Lonuo bisa semakin maju lagi,” ujarnya.

DPL sekaligus narasumber, Roys Pakaya, berharap program KKN tidak berhenti setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir, tetapi dapat dilanjutkan oleh pemerintah desa dan pelaku UMKM.

Ia mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna, perbaikan kualitas kemasan, serta perluasan pemasaran melalui media digital agar produk keripik dan bawang goreng Desa Lonuo dapat berkembang menjadi produk unggulan desa.

Kegiatan ditutup dengan praktik pembuatan kemasan dan sesi foto produk. Mahasiswa KKNT II juga berkomitmen melanjutkan pendampingan bagi pelaku UMKM Desa Lonuo selama masa pengabdian.

 

Sumber: Mahasiswa KKNT UNG Desa Lonuo Dorong UMKM Naik Kelas – RRI.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *