Indonesia Menyapa, Banyuasin — Rendi Saputra dan Andika, tersangka pembunuh dan pemerkosa kakak-adik di Banyuasin Sumsel, sempat bersandiwara ikut yasinan hingga mencari keberadaan korban. Rekayasa keduanya terbongkar lima tahun kemudian.
Aksi keji mereka terungkap pascapenemuan tulang-belulang korban yakni RN (23) dan adiknya, AY (18). Selama rentang waktu sejak kedua korban dilaporkan hilang pada Rabu, 27 Oktober 2021, para pelaku khususnya Rendi yang merupakan mantan kekasih Rani bahkan bersandiwara pura-pura peduli dengan turut mendampingi keluarga korban dalam proses pencarian.
“Hasil pemeriksaan tersangka Rendi menutupi kejahatannya dengan sandiwara bahkan menghadiri acara yasinan keluarga korban agar tak menimbulkan kecurigaan,” kata Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, dilansir detikSumbagsel, Selasa (8/9/2026).
Risnan mengungkapkan tersangka Rendi selama lima tahun sering ke rumah korban membantu orang tua korban ke sana sini mencari keberadaan korban saat korban dinyatakan hilang.
“Dia (tersangka Rendi) juga mengakui bahwa sering ke rumah korban membantu orang tua korban untuk mencari keberadaan korban,” jelas Kapolres.
Kapolres menambahkan bahwa tersangka ditangkap dalam kurun waktu 1×12 jam usai penemuan kerangka korban. Rendi dibekuk di kawasan Kenten, sementara Andika ditangkap di wilayah Sei Sedapat, Kecamatan Talang Kelapa.
Sumber: Pembunuh dan Pemerkosa Kakak-Adik Ikut Yasinan dan Cari Korban Selama 5 Tahun

