Israel Ubah Nama Jalan-Situs Bersejarah Yerusalem, Hapus Warisan Arab

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Otoritas Israel dilaporkan mengganti nama jalan, landmark, hingga situs-situs bersejarah di Kota Yerusalem. Kegubernuran Yerusalem menduga langkah tersebut untuk menghapus identitas Arab di kota itu.

Berdasarkan keterangan otoritas Yerusalem, Israel memasang papan bertuliskan “Gerbang Lama” usai mencopot papan bertuliskan nama asli Bab Al Amoud yang juga dikenal sebagai Gerbang Damaskus. Ini salah satu pintu masuk paling terkenal ke Kota Tua Yerusalem.

Penggantian nama terhadap gerbang, jalan, dan bangunan di Yerusalem dinilai mengancam warisan Arab, Islam, dan Kristen di kota tersebut. Pasalnya, nama-nama jalan, gerbang, dan bangunan merupakan bagian dari memori nasional, sejarah, dan budaya kota.

Kegubernuran Yerusalem menegaskan upaya Israel memaksakan realitas baru ini tidak akan bisa “menghapus sejarah kota maupun ingatan kolektifnya.”

Pernyataan otoritas Yerusalem ini dikeluarkan sehari setelah Israel merebut Pusat Pelatihan Qalandia yang dikelola badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) di Yerusalem Timur. Yerusalem Timur dianggap sebagai wilayah pendudukan berdasarkan hukum internasional.

Komunitas internasional tidak mengakui kedaulatan Israel atas kota bersejarah tersebut. Warga Palestina sementara itu menganggap Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka.

Beberapa resolusi PBB, termasuk Resolusi Dewan Keamanan 478, menolak langkah-langkah yang bertujuan mengubah karakter, komposisi demografis, atau status politik dan hukum Yerusalem.

 

Sumber: Israel Ubah Nama Jalan-Situs Bersejarah Yerusalem, Hapus Warisan Arab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *