Indonesia Menyapa, Jakarta — China kembali menunjukkan keunggulannya dalam rekayasa infrastruktur di wilayah pegunungan. Sebuah lift kaca setinggi 288 meter dibangun di sisi tebing di Provinsi Yunnan, China, untuk mempermudah mobilitas warga, termasuk anak-anak yang harus menuju sekolah di atas gunung.
Lift bernama Fuyao Ladder tersebut berdiri berdampingan dengan lift Qingyun Ladder yang telah dibangun pada 2022. Keduanya menjadi bagian dari sistem yang oleh media lokal disebut aerial school bus atau bus sekolah terbang.
Dikutip dari New Atlas, sebelum fasilitas ini tersedia, anak-anak dari Desa Nizhuhe harus melewati jalur pegunungan yang terjal untuk menuju sekolah berasrama. Perjalanan pergi-pulang bahkan dapat memakan waktu sekitar enam jam.
Kini, perjalanan tersebut dapat dipangkas menjadi sekitar 30 menit. Fuyao Ladder memiliki ketinggian sekitar 288 meter. Lift ini dibuat dengan dinding kaca transparan 360 derajat sehingga penumpang dapat melihat pemandangan lembah selama perjalanan.
Kecepatannya mencapai sekitar 5 meter per detik. Dengan kecepatan tersebut, perjalanan vertikal dari dasar tebing menuju bagian atas gunung hanya membutuhkan beberapa menit. Lift baru ini juga menambah kapasitas sistem transportasi di kawasan tersebut. Jika digabungkan dengan Qingyun Ladder, kedua lift mampu mengangkut hingga 1.200 orang per jam.

Anak Sekolah Tak Lagi Panjat Tebing
Desa Nizhuhe berada di dasar sebuah ngarai pada ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut. Sementara itu, Guanzhai Primary School berada di bagian atas gunung dengan ketinggian sekitar 1.650 meter.
Perbedaan ketinggian sekitar 550 meter tersebut membuat perjalanan menuju sekolah bukan perkara sederhana. Anak-anak berusia sekitar 6-15 tahun sebelumnya harus melewati jalur pegunungan yang curam. Mereka biasanya menuju sekolah berasrama dan melakukan perjalanan sekitar tiga jam sekali jalan setiap 10 hari. Kehadiran lift mengubah kondisi tersebut secara drastis.
Kini, anak-anak dapat menggunakan kendaraan antar-jemput menuju dasar lift, naik menggunakan elevator, kemudian melanjutkan perjalanan dengan kereta gantung udara sekitar lima menit menuju sekolah. Dengan sistem tersebut, perjalanan yang sebelumnya menguras waktu dan tenaga menjadi jauh lebih singkat.
Fuyao Ladder ternyata tidak hanya ditujukan untuk anak sekolah. Kapasitas tambahan dari lift baru juga meningkatkan kemampuan kawasan tersebut menerima wisatawan. Laporan New Atlas menyebutkan, kapasitas kunjungan harian kawasan meningkat dari sekitar 4.000 menjadi 15.000 orang setelah sistem lift diperluas.
Lift baru ini memiliki dinding kaca 360 derajat sehingga perjalanan vertikal juga menjadi pengalaman wisata. Dengan demikian, satu infrastruktur memiliki dua fungsi, mempermudah akses masyarakat lokal sekaligus meningkatkan akses wisatawan ke kawasan pegunungan.
Membangun lift di sisi tebing bukan sekadar membuat transportasi menjadi lebih cepat. Di wilayah dengan topografi ekstrem, perbedaan ketinggian dapat menjadi hambatan besar bagi mobilitas.
Jalan raya membutuhkan ruang, konstruksi lereng, jembatan, dan infrastruktur pendukung lainnya. Lift vertikal menawarkan pendekatan berbeda: memindahkan manusia secara langsung melewati perbedaan ketinggian.
Konsep tersebut sebenarnya bukan hal baru di China. Negara itu juga memiliki Bailong Elevator di kawasan Zhangjiajie. Lift tersebut memiliki ketinggian sekitar 326 meter dan tercatat Guinness World Records sebagai lift luar ruang tertinggi di dunia.
Namun, Fuyao Ladder memiliki cerita berbeda karena pembangunan infrastrukturnya berkaitan langsung dengan kebutuhan akses pendidikan anak-anak di desa terpencil. Perubahan waktu tempuh menjadi bagian paling mencolok dari proyek ini.
Sebelumnya, anak-anak harus menghadapi perjalanan panjang melalui medan pegunungan. Kini, sebagian besar perjalanan vertikal dapat dilakukan menggunakan lift. Di tengah tebing curam Yunnan, sebuah lift kaca setinggi 288 meter akhirnya berfungsi seperti bus sekolah vertikal, membawa anak-anak melewati ratusan meter perbedaan ketinggian tanpa harus memanjat jalur tebing.
Sumber: China Punya Lift Tebing 288 Meter, Jadi Bus Sekolah Terbang

