Indonesia Menyapa, Jakarta — Pameran teknologi prestisius World AI Conference (WAIC) di China diwarnai pemandangan yang tak biasa. Booth megah milik raksasa teknologi seperti Alibaba dan Tencent malah kalah pamor dibanding booth milik Moonshot AI yang merilis model AI terbarunya, Kimi K3.
Model kecerdasan buatan raksasa dengan 2,8 triliun parameter ini resmi dirilis pada hari Jumat lalu dan langsung membuktikan bahwa China mampu menutup ketertinggalan dari perusahaan top AS seperti OpenAI dan Anthropic dengan kecepatan di luar dugaan.
Kesuksesan peluncuran ini menuai decak kagum global, memicu pujian dari CEO Tesla Elon Musk, dan membuat seluruh suvenir Moonshot ludes diserbu pengunjung hanya dalam beberapa jam, demikian dikutip detikINET dari Japan Times, Rabu (22/7/2026).
Kemunculan Kimi K3 menjadi ajang unjuk gigi yang sempurna tidak hanya bagi industri AI China, tetapi juga bagi pendiri Moonshot, Yang Zhilin. Pria berusia 33 tahun ini adalah alumni Carnegie Mellon University, serta mantan peneliti di divisi AI Meta dan Google Brain. Sempat berada di bawah bayang-bayang kesuksesan DeepSeek, Yang kini kembali menjadi sorotan utama di garis depan industri teknologi China.
Berdasarkan data dari Artificial Analysis, kemampuan Kimi K3 secara keseluruhan berhasil melampaui hampir seluruh pesaingnya, dan hanya tertinggal dari Claude Fable 5 milik Anthropic serta GPT-5.6 besutan OpenAI.
Pencapaian ini memicu berbagai reaksi dari tokoh teknologi dunia, misalnya Elon Musk yang secara terbuka memuji Kimi K3 sebagai pencapaian yang mengesankan. Sementara Sam Altman, CEO OpenAI, pada Juli 2025 menyebut Kimi K2 — pendahulu K3 — mengancam posisi Amerika Serikat yang masih memimpin di pengembangan AI.
Sentuhan Musik Rock
Yang Zhilin mendirikan Moonshot bersama sejumlah ahli teknologi dari Universitas Tsinghua yang bergengsi, termasuk melibatkan gitaris utama dari band yang pernah ia bentuk. Uniknya, kecintaan Yang pada musik sangat kental mewarnai budaya perusahaannya:
- Nama perusahaan berbahasa Mandarin diambil dari Dark Side of the Moon, album favorit Yang dari band Pink Floyd
- Versi awal agen AI Kimi diberi nama “OK Computer” sebagai bentuk penghormatan untuk Radiohead.
- Ruang rapat di kantor Moonshot menggunakan nama-nama band legendaris seperti Led Zeppelin, Queen, dan Nirvana.
- Bahkan, paket berlangganan Kimi dinamai berdasarkan tempo musik klasik: Adagio, Andante, dan Moderato.
Perjalanan Moonshot menuju puncak tidak selalu mulus. Pada awal 2025, peluncuran model tertutup K1.5 mereka secara nahas berbarengan dengan perilisan DeepSeek R1 yang sangat revolusioner. DeepSeek memicu eksodus pengguna, membuat upaya pemasaran Moonshot senilai puluhan juta dolar seolah menguap begitu saja dalam semalam.
Menghadapi krisis tersebut, Yang segera merombak strategi. Ia memutuskan bahwa model andalan berikutnya harus bersifat open-source (mengikuti taktik DeepSeek) dan mengalihkan fokus pengguna ke kalangan pemrogram serta pelanggan korporat. Pada Juli 2025, mereka sukses meluncurkan K2 yang menuai pujian global, memaksa CEO OpenAI Sam Altman menyebut nama Kimi sebagai bukti bahwa model open-source China sedang mengancam dominasi AS.
Dalam proses pengembangannya, Yang bersikeras menolak merilis model berukuran kecil seperti para pesaingnya. Ia justru memperbesar skala model dari rencana awal 200 miliar menjadi 1 triliun parameter demi performa jangka panjang, yang pada akhirnya berevolusi menjadi Kimi K3 dengan 2,8 triliun parameter. Mereka juga memperkenalkan inovasi pengoptimal bernama MuonClip yang secara drastis mengurangi kebutuhan daya komputasi.
Sumber: Kimi K3 AI Bikin Heboh, Bos OpenAI Sampai Ketar-ketir

