Indonesia Menyapa, Jakarta — Militer Amerika Serikat mengklaim mereka telah menyerang sekitar 140 target di kawasan Iran, sebagai balasan Iran menembak kapal berbendera Siprus yang dianggap melanggar rute di Selat Hormuz.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan telah menyelesaikan serangan putaran ketiga terhadap Iran pekan ini dan “mempertanggungjawabkan pasukan Iran” atas serangan terbaru mereka terhadap kapal.
CENTCOM mengatakan telah menyerang sekitar 140 target militer, “termasuk lokasi rudal dan drone Iran, kemampuan angkatan laut, fasilitas penyimpanan amunisi, jaringan komunikasi, dan lokasi pengawasan pantai”.
Mereka menyebut lebih dari 300 target telah dihantam selama tiga malam sepanjang minggu “untuk mengurangi kemampuan Iran menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang bebas melintasi selat.”
Seperti diberitakan Al Jazeera pada Minggu (12/7), CENTCOM mengeklaim pasukan AS telah membantu lebih dari 800 kapal komersial, dengan muatan termasuk 400 juta barel minyak, untuk berhasil melintasi Selat sejak awal Mei.
Komando Pusat AS (CENTCOM) sebelumnya dalam sebuah pernyataan menyebut serangan terbaru mereka diluncurkan Minggu (12/7) pukul 23.15 GMT atau sekitar pukul 02.45 dini hari waktu Teheran.
Serangan yang disebut atas arahan Presiden Donald Trump itu diluncurkan “setelah pasukan Korps Garda Revolusi Islam secara terang-terangan menyerang” sebuah kapal kontainer berbendera Siprus yang melintasi Selat Hormuz.
“Amerika Serikat memberikan kerugian besar dengan terus melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang bebas melintasi selat,” kata CENTCOM.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth hanya mengatakan bahwa “Iran membuat pilihan yang buruk. Sekarang mereka membayar akibatnya.”
Sementara itu, Iran menyerang sejumlah lokasi militer di negara-negara Teluk yang dianggap membantu Amerika Serikat dalam menyerang Iran.
Beberapa negara yang mendapatkan serangan terbaru dari Iran adalah Qatar, Bahrain, dan Kuwait, pada Minggu (12/7). Iran mengkritik negara-negara Arab, khususnya di wilayah Teluk, dengan mengatakan bahwa mereka memberikan bantuan kepada Amerika.
Iran juga memastikan tidak menyerang warga sipil atau wilayah sipil di negara-negara Teluk, tetapi mereka menyerang sumber serangan yang datang ke wilayah Iran.

