Iran Gertak Balik Trump usai Diancam: Hati-hati dengan Ucapan Anda!

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Kepala negosiator sekaligus ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengingatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menjaga ucapan di tengah perundingan damai kedua negara.

Ghalibaf mengatakan angkatan bersenjata Iran siap menanggapi segala ancaman dan tindakan yang dilakukan AS terhadap Iran.

“Sebaiknya mereka berhati-hati dengan pernyataan mereka. Angkatan bersenjata kami siap menanggapi dengan cara yang berbeda. Apa pun yang mereka katakan, kamilah yang bertindak,” kata Ghalibaf dalam pernyataan di media sosial X, Minggu (21/6).

Ghalibaf menambahkan ancaman Trump sebetulnya tidak berarti karena pada faktanya yang memohon damai ialah AS, bukan Iran.

“Tidakkah mereka berpikir bahwa jika ancaman mereka berpengaruh, mereka tidak akan sampai pada keadaan putus asa seperti sekarang? Kami tidak memperhitungkan ancaman Amerika,” tulisnya, seperti dikutip AFP.

Pernyataan Ghalibaf ini merespons unggahan Trump di Truth Social pada Minggu bahwa AS akan kembali menyerang Iran jika Teheran tidak segera menghentikan aksi kelompok milisi Hizbullah Lebanon.

“Iran harus segera menghentikan PROKSI mereka yang dibayar mahal di Lebanon agar tidak menimbulkan masalah. Jika tidak, kami akan menyerang Iran dengan sangat keras lagi, seperti yang kami lakukan pekan lalu, bahkan lebih keras lagi!!!” tulis Trump.

Hizbullah dan Israel masih terlibat baku tembak intens setelah AS dan Iran sepakat berdamai. Dalam nota kesepahaman yang diteken pada Rabu (17/6), segala pertempuran, termasuk di Lebanon, harus dihentikan dan masing-masing pihak beserta sekutu tidak boleh “menggunakan kekerasan terhadap satu sama lain.”

Ancaman Trump ini juga disampaikan saat AS dan Iran berunding di Swiss untuk membahas teknis kesepakatan damai.

Menurut kantor berita Iran, Fars, ancaman Trump telah menyebabkan delegasi Iran menangguhkan pembicaraan. Kantor berita IRNA mengabarkan para delegasi berbondong-bondong meninggalkan lokasi perundingan usai bertemu dengan perwakilan Qatar selaku salah satu mediator.

Meski begitu, seorang diplomat yang mengetahui jalannya perundingan mengatakan kepada AFP bahwa pihak Iran belum mundur dari negosiasi.

“Delegasi Iran tetap terlibat dalam pembicaraan dan belum mengindikasikan kepada para mediator niat untuk pergi,” kata diplomat yang tak ingin disebutkan identitasnya tersebut.

 

Sumber: Iran Gertak Balik Trump usai Diancam: Hati-hati dengan Ucapan Anda!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *