Indonesia Menyapa, Jakarta — Gedung DPRD Riau, Rabu (17/6/2026) jadi titik aksi demo mahasiswa dari berbagai kampus di Provinsi Riau.
Alhasil gedung ini mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian hingga Satpol PP.
Sejumlah kendaraan taktis tampak terparkir di sekitar gedung dewan.
Aksi ini merupakan bagian dari gelombang demonstrasi mahasiswa yang dalam beberapa waktu terakhir berlangsung di berbagai daerah di Indonesia.
Mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kondisi ekonomi nasional dan kebijakan pemerintah.
Salah satu isu yang menjadi sorotan dalam aksi mahasiswa adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, mahasiswa juga menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi.
Di hari yang sama, Rabu (17/6/2026), Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Muhammad Mardiono, menemui Ustadz Abdul Somad (UAS) di kediaman ustadz di Rimbo Panjang Kampar.
Mardiono tiba di kediaman UAS atau rumah Omak Rabu siang didampingi mantan anggota DPD RI, Edwin dan ketua PPP Riau Ikbal Sayuti, bersama sejumlah pengurus dan rombongan.
Mardiono mengaku hadir di rumah UAS untuk meminta pencerahan dari sang ustadz, mulai dari persoalan korupsi, reformasi birokrasi dan persoalan saat ini fokus Presiden Prabowo yang ingin mengembalikan UU dasar, kekayaan alam harus sepenuhnya untuk kemaslahatan rakyat, bukan segelintir orang.
“Mohon pencerahan ustadz, mulai dari persoalan korupsi, dan persoalan saat ini,”ujar Mardiono.
Mardiono juga bercerita bagaimana kemajuan negara China saat ini yang sudah menjadi negara dengan kemajuan teknologi yang luar biasa karena perubahan untuk arah yang lebih baik.
Solusi dari UAS agar Masyarakat Adem Ayem
Menjawab keresahan Mardiono itu, UAS pun mendoakan kunjungan tersebut tentunya bisa melapangkan rezeki dan memanjangkan umur.
“Terima kasih ditengah kesibukan menyempatkan kesini, apalagi sampai membatalkan jadwalnya yang lain,”ujar UAS memulai sambutannya.
Menurut UAS yang dibutuhkan masyarakat saat ini ada lima, ketika itu dipenuhi maka semuanya akan adem ayem.
Mulai dari infrastruktur jalan, sekolah gratis, lapangan pekerjaan, berobat gratis dan tempat ibadah yang nyaman.
“Kemanapun dia pergi jalan bagus, Biaya murah sekolah dan gratis, Lapangan pekerjaan murah, Biaya berobat subsidi besar, tempat ibadah sarana dan prasarana baik, kalau itu dipenuhi maka akan adem ayem,”ujar UAS.

Profil Mardiono
Mardiono merupakan pria kelahiran Yogyakarta pada 11 Juli 1957.
Ia dikenal sebagai pengusaha dan termasuk orang lama di dunia politik.
Dalam perjalanan politiknya, Mardiono pernah menjabat sebagai Ketua DPW PPP Provinsi Banten, serta Wakil Ketua Umum PPP di bawah kepemimpinan Muhammad Romahurmuziy.
Pada Desember 2020, dalam Muktamar IX PPP di Makassar, Mardiono sempat mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon ketua umum.
Namun, niat tersebut ia urungkan, dan akhirnya Suharso Monoarfa terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum partai.
Mardiono pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Wilayah PPP Provinsi Banten.

Mardiono juga pernah mengemban beberapa jabatan dalam pemerintahan.
Pada periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi), Mardiono menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Kini, di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Mardiono menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan.
Mahasiswa Saling Dorong dengan Polisi di Depan Pagar Masuk Gedung DPRD Riau
Personel polisi mengambil sikap siaga mendapati dorongan mahasiswa yang ingin masuk ke gedung DPRD Riau, Rabu (17/6/2026).
Mahasiswa mendesak masuk untuk menyampaikan aspirasi namun belum ada anggota dewan yang menemui massa aksi.
Puluhan mahasiswa dari BEM Universitas Riau melakukan unjuk rasa ke gedung DPRD Riau.
Mereka menyampaikan sejumlah turunan yang salah satunya perbaikan perbaikan perekonomian.
Mahasiswa terus mendesak masuk. Sementara hujan gerimis turun.
Baik mahasiswa maupun kepolisian masih dengan pagar hidup mereka.
Melihat aksi mahasiswa yang makin keras dan konsisten, polisi menyiagakan personel khusus huru hara lengkap dengan tameng dan pentungan.
Puluhan personel ini berada di dalam halaman gedung DPRD Riau.
Sementara puluhan mahasiswa terus mendorong masuk makin mendekat ke pagar masuk gedung.
Mahasiswa sebelumnya telah membuat puluhan Polwan memilih mundur.
Puluhan polwan ini sebelumnya menjadi pagar hidup menghalangi mahasiswa yang mendesak masuk.
Saat ini, mahasiswa masih berorasi menyampaikan tuntutan mereka.
Tidak tampak tidak ada satupun anggota dewan yang menemui mereka.
Mahasiswa Bubar usai Dialog dengan Ketua DPRD Riau
Aksi massa mahasiswa di DPRD Riau selesai pukul 17.00 WIB.
Massa aksi yang merupakan mahasiswa UIN Suska Riau telah menyampaikan aspirasinya ke Ketua DPRD Riau Kaderismanto.
Dalam suasana gerimis, massa aksi menyampaikan beberapa tuntutan yakni
- Presiden Prabowo melakukan rasionalisasi anggaran APBN yang berkaitan dengan MBG.
- Memgatur anggaran untuk kesejahteraan masyarakat.
- Konsentrasi untuk menyelesaikan persoalan rupiah yang melemah dan BBM yang naik
Massa mahasiswa juga membawa aspirasi terkait penganggaran beasiswa dari pemerintah daerah. Kemudian menyudahi intrik politik di pemerintahan Riau.
Koordinasi Umum Aksi Muhammad Irfan Zuhri mengatakan pihaknya juga meminta dilakukan audiensi dengan DPRD Riau terkait sejumlah aspirasi yang disampaikan.
“Tadi sudah disepakati bahwa akan ada pertemuan dengan DPRD Riau. Waktunya telah diatur,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua DPRD Riau Kaderismanto mengatakan pihaknya memahami dan menerima apa yang diaspirasikan mahasiswa.
Menurutnya, soal yang menjadi tuntutan politik pemerintah daerah biarlah jadi ranah penegakkan hukum
“Soal aspirasi beasiswa dan pendidikan kita sudah atur jadwalnya. Nanti akan ada pertemuan lanjutan dengan adik-adik mahasiswa,” ujarnya.
Aspirasi serupa juga diserukan BEM Universitas Riau. Mereka lebih dulu menyampaikan aspirasi dan diterima oleh Ketua DPRD Riau Kaderismanto.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa sempat saling dorong dengan polisi yang menjaga pintu pagar masuk gedung DPRD Riau.

