Indonesia Menyapa, Jakarta — Paris Saint-Germain mengangkat trofi juara Ligue 1 di pekan terakhir. Les Parisiens harus merayakannya di pojokan stadion lawan.
PSG sudah menyegel gelar juara Ligue 1 sejak pekan ke-33. Ousmane Dembele dkk kemudian melakoni laga tandang di pekan terakhir untuk merayakannya.
Di pekan ke-34, PSG harus bertandang ke markas Paris FC di Stade Jean-Bouin, Senin (18/5/2026) dini hari WIB. Di laga itu, sang juara malah menutup kejuaraan dengan kalah 1-2.
Usai pertandingan, PSG menggelar seremoni angkat trofi di stadion. Hal itu kemudian jadi sorotan, sebab tim asuhan Luis Enrique merayakannya di pojokan stadion lawan.
Jika biasanya tim juara mengangkat trofi di tengah stadion, PSG kini merayakannya di pojokan stadion lawan. Meski lengkap dengan podium juaranya, letaknya justru berada di sudut stadion, di depan section suporter tandang PSG.
Melansir Roundtable, Paris FC rupanya menolak stadionnya dijadikan lokasi perayaan gelar juara Ligue 1 musim ini. Tim asuhan Antoine Kombouare disebut punya agenda lain selepas pertandingan.
Paris FC, yang finis di peringkat 11 klasemen, ingin merayakan keberhasilan bertahan di Ligue 1. Mereka memang baru promosi tahun lalu ke kasta tertinggi.
Selain itu, Paris FC juga ingin memberi tribute ke beberapa pemain yang bakal cabut. Atas dasar itu, PSG harus mengalah dan merayakan juaranya di pojok stadion.
Terlepas perayaannya demikian, PSG tetap berselebrasi meraih titel kelima beruntunnya di Liga Prancis, rentetan sukses terpanjang di era kepemilikan Nasser Al Khelaifi.
PSG juga berpeluang merebut treble musim ini, usai sebelumnya sudah memenangkan Piala Super Prancis. PSG masih akan berusaha memenangkan gelar juara Liga Champions, dengan akan melawan Arsenal di Puskas Arena, Budapest, pada partai final pekan depan.
Sumber: Saat PSG Rayakan Juara Ligue 1 di Pojokan Stadion Lawan

