Indonesia Menyapa, Jakarta — Konflik Iran vs Amerika Serikat-Israel di Timur Tengah dan Rusia vs Ukraina di Eropa Timur dinilai tak hanya berisiko mengganggu stabilitas keamanan, tetapi juga dapat mempengaruhi ekonomi Indonesia.
Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia, Chriswanto Santoso, mengingatkan masyarakat untuk memperkuat daya tahan menghadapi potensi guncangan ekonomi.
Menurut Chriswanto, konflik yang berkepanjangan di sejumlah kawasan dunia, termasuk Timur Tengah, berpotensi memicu dampak ekonomi global.
“Perang yang berkepanjangan di kawasan Eropa Timur dan ketegangan di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada stabilitas keamanan global, tetapi juga mengguncang tatanan geoekonomi dunia, mulai dari rantai pasok energi, pangan, hingga stabilitas perdagangan internasional,” ujar Chriswanto, Selasa (10/3/2026).
Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa masyarakat Indonesia perlu memperkuat ketahanan di berbagai sektor, baik sosial, ekonomi, maupun moral.
Di sisi lain, pemerintah juga didorong untuk memastikan bahwa RI memiliki ketahanan pangan yang kuat dan tidak tergantung sepenuhnya pada impor.
“Harapan kami, meskipun dunia menghadapi konflik, dampaknya terhadap bangsa Indonesia dapat dihadapi dengan daya tahan yang tinggi terhadap guncangan ekonomi dan berbagai tekanan lainnya,” kata Chriswanto.
Stabilitas dan persatuan
Ia menambahkan, ketika dunia menghadapi ketegangan geopolitik, Indonesia justru harus tampil sebagai bangsa yang menjaga stabilitas dan persatuan.
“Indonesia harus menjadi bangsa yang menjaga stabilitas, persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan. LDII ingin berkontribusi membangun masyarakat yang religius, rukun, dan peduli terhadap perdamaian dunia,” ujarnya.
Chriswanto juga menyampaikan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
“Organisasi kemasyarakatan seperti LDII perlu ikut memperkuat ketahanan sosial masyarakat, mendorong kemandirian ekonomi, dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman bangsa,” katanya.
Hal tersebut juga akan menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Musyawarah Nasional X LDII yang akan digelar pada 7–9 April 2026.
Munas yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia itu mengusung tema “Mengokohkan Peran LDII dalam Membangun Indonesia yang Berdaulat, Harmonis, dan Berkeadaban untuk Perdamaian Dunia.”
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) adalah organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia yang bergerak di bidang dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.
Organisasi ini berakar dari gerakan dakwah yang berkembang pada pertengahan abad ke-20 dan secara resmi menggunakan nama LDII sejak 1990.
LDII berpusat di Jakarta dan memiliki jaringan kepengurusan hingga tingkat provinsi, kabupaten, dan desa di seluruh Indonesia.
Peringatan Presiden
Kemarin, Presiden Prabowo Subianto mengingatkan potensi kesulitan yang terjadi pada Indonesia imbas perang Iran melawan Israel yang didukung Amerika Serikat (AS).
Menurut Presiden perang tersebut berdampak tidak hanya bagi negara negara Teluk melainkan juga negara lainnya.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan 218 jembatan di sejumlah wilayah di Indonesia secara daring, Senin (9/3/2026).
“Saudara-saudara, seluruh dunia sedang mengalami goncangan, seluruh dunia. Akibat perang di Timur Tengah kita terus terang saja harus siap menghadapi kesulitan,” kata Prabowo.
Mantan Danjen Kopassus tersebut menjelaskan bahwa kondisi geopolitik global sekarang ini sedang panas.
Peperangan terjadi di sejumlah wilayah. Selain perang antara Rusia dan Ukraina, terkini perang terjadi di kawasan Timur Tengah yakni antara AS-Israel dengan Iran.
“Saya ingin menyampaikan ini karena kita sadar dan mengerti bahwa dunia kita sekarang penuh dengan dinamika yang berbahaya. Di mana-mana meletus perang, hampir di semua kawasan di dunia, terutama di kawasan Timur Tengah,” kata Prabowo.

