Indonesia Menyapa, Madrid — Dean Huijsen dikecam karena mengunggah ulang (repost) unggahan rasis terhadap masyarakat China. Pemain Real Madrid itu mengaku khilaf dan minta maaf.
Kontroversi bermula akhir pekan lalu saat Huijsen me-repost satu unggahan di Instagram. Unggahan tersebut menunjukkan seseorang keturunan Asia dan 2 komentar dari warganet yang bertuliskan ‘bahkan orang China menyebutnya orang China’ dan ‘Anda bisa menutup matanya dengan benang gigi’.
Unggahan itu rupanya menyinggung fitur wajah orang-orang China dan dianggap sebagai hinaan bernuansa rasial. Dean Huijsen langsung jadi sasaran kritik, utamanya dari warganet Negeri Tirai Bambu.
Huijsen pada akhirnya menghapus unggahan yang dia repost dari akun pribadinya. Pemain berusia 20 tahun itu menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat China di akun Weibo (medsos paling populer di China) Real Madrid.
“Saya dengan tulus meminta maaf kepada teman-teman Tiongkok saya. Sebelumnya saya secara tidak sengaja meneruskan konten yang berisi pesan-pesan yang menyinggung,” begitu isi pernyataan resmi Huijsen dalam bahasa China di Weibo.
“Itu benar-benar tidak disengaja, dan saya menyesali ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” tegasnya.
Menukil ESPN, Warganet China masih tidak puas dengan permintaan maaf tersebut. Real Madrid hanya mengunggah permohonan maaf di Weibo, tapi tidak ada apologi yang sama di platform lain semisal Instagram.
Insiden yang melibatkan Huijsen terjadi tak lama setelah rekan setimnya, Vincius Junior, diduga jadi korban rasisme pemain Benfica Gianluca Prestianni. Real Madrid sudah melaporkan dugaan pemainnya jadi korban rasisme kepada UEFA.
Sumber: Dean Huijsen Minta Maaf gegara Repost Unggahan Rasis

