Bonatua Silalahi Terima Ancaman saat Mencari Salinan Ijazah Jokowi

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Pengamat Kebijakan Publik, Bonatua Silalahi mengaku menerima ancaman setelah secara terbuka mencari salinan ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Ancaman tersebut didapatkannya melalui pesan di media sosial, usai upayanya mengakses dokumen tersebut ke sejumlah lembaga seperti KPU RI, KPUD DKI Jakarta, dan ANRI.

Hal itu disampaikan Bonatua Silalahi saat sesi wawancara khusus dengan Tribunnews di Studio Tribunnews, Jakarta, Selasa (15/10/2025).

“Nah ini, begitu teori saya terbukti, KPU ngasih, mulai banyak orang yang tak saya kenal. Melalui Facebook. Saya dikasih pesan Facebook, saya diancam,” ujar Bonatua Silalahi.

Dia pun menceritakan pengalaman menakutkan di mana seorang pengirim pesan anonim yang melontarkan perkataan mengancam.

“Saya ditangkap, saya diancam balik. Dia katanya mau motong leher saya,” tuturnya.

Berikut petikan wawancara dengan Pengamat Kebijakan Publik, Bonatua Silalahi dengan Tribunnews.com:

Tanya: Dari pandangan peneliti kebijakan publik, dokter kebijakan publik, ini apa yang jadi masalah di Indonesia terkait dengan, file-file pendukung untuk menjadi seorang pejabat negara?

Jawab: Sebenarnya peraturan kebijakan kita itu sudah cukup banyak dan bagus. Jadi kalau di siklus kebijakan publik itu, menurut Thomas Erdai, kita itu bermasalah di implementasi. Kurang apa peraturan kita.

Tanya: Kesalahan apa di implementasinya, Bang? Apakah ada oknum bandel atau seperti apa?

Jawab: Yang pasti, teori tidak sama dengan praktek. Teorinya A, prakteknya bisa B. Bisa jadi kena oknum. Atau kena indeks persepsi korupsi kita memang segitu ya. Jadi, kalau dalam sebuah sistem negara, ada sistem, ada operator, kalau sistemnya yang begitu-begitu saja, operator apapun yang mengerjakan tetap rusak. Pasti operator tergilas oleh sistem. Seperti itu.

Tanya: Abang katanya dapat ancaman. Ancaman ini sebelumnya atau baru-baru ini? Karena akhirnya kemarin 1 Oktober dipanggil dan mulai barengan sama Pak Roy Suryo tampil di media atau seperti apa Bang?

Jawab: Nah ini, begitu teori saya terbukti, KPU ngasih, mulai banyak orang yang tak saya kenal. Melalui Facebook. Saya dikasih pesan Facebook, saya diancam.

Saya ditangkap, saya diancam balik. Dia katanya mau motong leher saya. Saya sudah menganggung konsekuensi ya. Saya ditantang balik dia. Saya telpon, nggak diangkat lagi. Tapi biasa lah, lumrah lah ya. Anggap canda-canda aja lah.

Saya juga nggak mau ngelapor ke polisi sebelum ada tindakan nyata. Buktinya sampai sekarang saya nggak ada tuh (ancaman). Saya merasa nyaman dengan polri sekarang. Nyaman saya. Buktinya saya kemana-mana sendiri. Cuma, ya mungkin kekhawatiran keluarga ya. Mungkin ada saja ya.

Tanya: Kemudian setelah ini ijazahnya ditunjukkan, terus mungkin kan memberikan masukan juga kepada Pak Roy Suryo CS, Bu Dr. Tifa, dan lainnya. Apakah akan mencoba kembali mengajukan gugatan gitu dari kubu Roy Suryo dengan undang-undang yang berbeda terkait dengan kontroversi ijazah Jokowi atau seperti apa?

Jawab: Ini belum akhir. Ini just beginning ya. Kenapa? Kita baru dapat 2 dari 8 instansi. 

Tanya: Oh jadi masih nunggu 6-6 yang mau nunjukin juga nih?

Jawab: Jadi saya cerita nih, ini kisah sedih saya. Betapa uang rakyat dipakai untuk melawan rakyat. Saya sudah tahap ketiga di KPUD Solo, di PPID Pemkot Surakarta, akhirnya saya masuk ke tahap sengketa informasi di Jawa Tengah.

Tanya: Mungkin mengajukan gugatan lain atau seperti apa gitu ya Bang ya ke depannya?

Jawab: Tujuan pendidikan saya ngga ke situ. Mungkin kubu Roy Suryo kali ya. 

Tanya: Nah mungkin ngebahas juga terkait dengan panjangnya kontroversi Ijazah Jokowi ini kan, Pak Jokowi itu nggak mau buka Ijazahnya ya, kehadapan publik. Bilangnya nanti lah di Meja hijau saja. Ini Abang tanggapannya seperti apa?

Jawab: Saya ada artikel tuh. Jadi saya bilang, publik lebih tinggi dari hukum. Kenapa saya bilang gitu? Saya demonstran 98. 

Tanya: Apakah ada apa lagi yang diteliti terkait dengan kebijakan publik di Indonesia Bang? Apakah tetap masih fokus ke ijazah Jokowi atau ada hal lainnya?

Jawab: Oh saya rajin meneliti. Kemarin saya meneliti rame-rame tentang Israel ya. Saya teliti juga undang-undang hubungan internasional. Saya teliti juga. Kemarin itu juga rame-rame tentang monorail. Kereta api cepat. Saya juga teliti juga. 

Tanya: Apalagi yang Anda harapkan dari kasus dan kontroversi terkait ijazah Palsu Jokowi. Apakah mungkin mau mention terkait dengan penegakan hukumnya? Karena ya kalau dari kubu Roy Suryo sih mintanya ya udah ada penetapan tersangka atau seperti apa? Mungkin dari Bang Bona bisa kasih highlight dikit?

Jawab: Bagi saya bekas pejabat negara juga bisalah jadi negarawan. Negarawan itu apa? Memikirkan negara. Kasian kan rakyat ini diobok-obok hanya gara-gara ego ingin mengandalkan hukum. Negarawan lah Pak Jokowi.

 

Sumber: Bonatua Silalahi Terima Ancaman saat Mencari Salinan Ijazah Jokowi – Halaman all – TribunNews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *