Gereja Merah Cuman Dua di Dunia, Salah Satunya di Indonesia!

Destinasi Wisata

Indonesia Menyapa, Jakarta – Hanya terdapat dua gereja merah di dunia. Menariknya, salah satunya ada di Indonesia lho, tepatnya di Probolinggo.

Selain di Probolinggo, gereja merah juga ada di Den Haag Belanda. Gereja Merah juga dikenal dengan Gereja Protestan Jemaat Immanuel (GPIB).

Gereja Merah adalah salah satu bangunan yang cukup bersejarah di Kota Probolinggo. Melansir situs resmi Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo, Gereja merah adalah peninggalan Belanda yang tetap lestari sampai saat ini. Lokasinya berada di tengah kota, tepatnya di Jalan Suroyo No 32 Kelurahan Tisnonegaran.

Gereja ini didirikan seorang pendeta bernama Pattiradjawane. Pembangunan tersebut dilakukan saat era kepemimpinan Bupati Meijer (bupati pertama Probolinggo) pada 1862. Gereja Merah Probolinggo menggunakan konstruksi baja dengan ornamen luar berwarna merah.

Warna tersebut memiliki makan sendiri. Jemaat Gereja Merah Probolinggo meyakini warna merah sebagai lambang darah Yesus Kristus yang tumpah untuk menyelamatkan dosa-dosa umat manusia.

Dalam Repository UNEJ berjudul Gereja Protestan Jemaat Immanuel (Gereja Merah) di Probolinggo Tahun 2013-2019 yang ditulis Mikhael Asghar Maksum menjelaskan, pembangunan gereja dilakukan mulanya karena para tenaga kerja yang didatangkan pemerintah kolonial membutuhkan tempat ibadah.

Para tenaga kerja tersebut mayoritas umat Kristiani. Kebutuhan untuk ibadah serta suasana politik yang sedang aman, membuat pemerintah kolonial Belanda akhirnya membangun rumah ibadah atau Gereja Merah tersebut.

Gereja tersebut didirikan di depan kantor pemerintahan Belanda yang saat ini menjadi kantor DPRD Kota Probolinggo. Adapun tulisan “Gebouwd Anno 1862” memiliki arti gereja dibangun pada 1862. Tulisan tersebut dapat dilihat pada anak tangga menuju gereja.

Bangunan Gereja Merah memiliki struktur yang melekat pada pengaruh revolusi industri pada 1750-1850. Maka dari itu, material berbahan besi lebih banyak digunakan dalam pembangunannya. Hal tersebut juga dikarenakan metode yang lebih mudah dan murah untuk membuat cor besi serta dapat diproduksi massal.

Berbeda dengan bangunan gereja pada umumnya, Gereja Merah terdiri dari 1169 bagian baja dan besi dibangun dengan sistem bongkar pasang. Kerangka baja dan besi yang dibuat untuk membangun gereja ini didatangkan langsung dari Belanda.

Barang-barang tersebut nantinya dikirim melalui jalur laut menggunakan kapal-kapal belanda. Kemudian kerangka-kerangka bangunan tersebut dikirim menuju pelabuhan Tanjung Tembaga, dekat dengan lokasi bangunan gereja.

Gereja ini mulai dibangun pada 1862. Setelah memakan waktu kurang lebih satu tahun, gereja ini resmi berdiri pada Senin 20 Juli 1863 dengan nama Protestanche Krek Probolinggo

Begitulah sejarah berdirinya Gereja Merah di Probolinggo. Uniknya, Gereja Merah ini hanya ada dua di dunia. Kembaran Gereja Merah Probolinggo ada di Den Haag Belanda. Sayangnya gereja tersebut telah beralih fungsi menjadi sebuah bar.

 

Sumber: Wow, Gereja Merah Cuman Dua di Dunia, Salah Satunya di Indonesia (detik.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *