Walikota Kupang Instruksikan Agar Masyarakat Waspada Potensi Cuaca Ekstrim

Kupang, Indonesia menyapa. Com
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menginformasikan kepada masyarakat yang ada di NTT khususnya di Kota Kupang agar mewaspadai Potensi Cuaca Ekstrim Sepekan ke depan. menyikapi update Informasi tersebut maka Walikota Kupang, Jefry Riwu Kore menghimbau dan menginstruksikan kepada masyarakat Kota Kupang agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak dari potensi cuaca ekstrim tersebut.

Sesuai press Rillis yang di terima media Indonesia menyapa kamis ( 3/1/2020) Nomor : 01/PKP.019/I/2020 menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pantauan BMKG masih terdapat indikasi peningkatan
potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia yang dipicu oleh adanya fenomena atmosfer skala regional hingga lokal, yaitu aktifnya Monsun Asia yang menyebabkan terjadinya
peningkatan pasokan massa udara basah di wilayah Indonesia, terbentuknya pola konvergensi dan terjadinya perlambatan kecepatan angin di beberapa wilayah, suhu permukaan laut di sekitar wilayah perairan yang cukup hangat sehingga menambah pasokan uap air cukup tinggi untuk
mendukung pembentukan awan hujan, serta diperkuat dengan adanya fenomena gelombang
atmosfer (Equatorial Rossby Wave dan Kelvin Wave) yang signifikan di sekitar wilayah Indonesia.

Untuk diketahui, berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam sepekan ke depan potensi cuaca ekstrim, curah hujan dengan Intensitas Lebat yang dapat disertai kilat atau peti dan
angin kencang berpotensi terjadi pada periode tanggal 1 sampai dengan 4 Januari 2020 dan
periode tanggal 5 sampai dengan 7 Januari 2020 dibeberapa wilayah Indonesia termasuk Provinsi
NTT.

Oleh karena itu, Walikota Kupang Jefry Riwu Kore menghimbau serta menginstruksikan hal-hal sebagai
berikut :
1. Agar masyarakat waspada dan berhati-hati terhadap dampak dari potensi cuaca ekstrim
berupa curah hujan dengan intensitas hebat disertai kilat/petir serta angin kencang yang
menurut update informasi BMKG dapat terjadi di wilayah NTT pada awal bulan Januari 2020;
2. Instansi-instansi teknis terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas
Pemadam Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup dan
kebersihan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Kesehatan serta RSUD S. K. Lerik agar saling berkoordinasi antar instansi dan mengaktifkan posko siaga/tanggap darurat
bencana untuk bersiaga penuh 1 x 24 jam dalam respon tanggap darurat bencana;
3. Instansi-instansi teknis terkait memastikan agar bantuan tanggap darurat bencana telah
dipersiapkan secara baik dan memadai, pelayanan dititikberatkan pada pendekatan kemanusiaan dan pelayanan kasih;
4. Menginstruksikan jajaran Pemerintah Kecamatan, Kelurahan dan menghimbau Ketua LPM,
RW dan RT masing-masing untuk melaksanakan kegiatan gotong royong kebersihan
lingkungan bersama warga terutama untuk membersihkan drainase dan selokan agar tidak tersumbat dan menyebabkan genangan air/banjir.

Sumber Berita (* Humas Pemkot)
(*Laporan : Chintya ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *