Berkat Bimbingan dan penyuluhan dari BPTP NTT, Poktan Sandio Panen Perdana Padi Inpari IR Nutri ZINC

Oesao, Indonesia menyapa. Com
Panen perdana varietas padi jenis Inpari Nutri ZINC dan panen jagung varietas Lamuru oleh kelompok tani Sandio di kelurahan oesao kecamatan Kupang Timur selesai dilakukan dengan hasil yang memuaskan.

Ketua Kelompok tani Sandio Mel Tameno, kepada wartawan menjelaskan terkait panen perdana secara simbolis padi Inpari IR Nutrisi Zinc, mengatakan, panen perdana yang di lakukan secara simbolis tersebut berada di Lahan padi seluas 3 ha dari keseluruhan lahan sekitar 50 ha dan panen jagung varietas lamuru berada di lahan 5 ha dari kurang lebih 20 ha yang ada.

Mel Tameno menyampaikan bahwa pada panen perdana tahun ini ada peningkatan yang sangat besar ketika mendapat pendampingan oleh BPTP NTT. Dikatakan bahwa sebelum mendapat pendampingan dan penyuluhan dari BPTP NTT, hasil panen hanya berkisar 4 ton per ha, Sedangkan saat mendapat bimbingan dan penyuluhan dari BPTP NTT, hasilnya mencapai sekitar 8,3 ton. peningkatan tersebut terjadi dikarenakan sistem dan teknik tanam yang baik , beda dan dengan pola tanam 2 ,1 .

Yang dimaksud pola 2, 1 dijelaskan Ketua poktan Mel Tameo, adalah sistem tanam dari jarak baris ke baris tanam 20 cm ke 40 cm .sementara padi ke padi 10 cm , dengan pola tersebut hasil rumpun jauh lebih tinggi dan lebih besar dari pola atau sistem tanam yang lama.
Menurut Mel Tameo, pada saat panen perdana padi Inpari IR Nutri Zinc, yang berlangsung secara simbolis pada kamis (7/11/2019) sangat baik dan mengembirakan bagi poktan sandio dikarenakan hasilnya sangat memuaskan poktan Sandio.

“Panen perdana padi Inpari IR Nutri Zinc berhasil dengan hasil yang sangat baik bagi kami para petani khususnya poktan Sandio dimana hasilnya sangat mengembirakan dan lebih besar dari hasil sebelum mendapatkan bimbingan dan penyuluhan dari BPTP NTT, ” ungkap Mel Tameo.

Keunggulan dari padi Inpari IR Nutri Zinc, adalah dapat membantu masyarakat yang punya kekurangan Unsur Nutri Zinc yang akhirnya menyebabkan sunting. Hal ini disampaikan oleh Dr. Untung Susanto BB PADI peneliti pemulia padi Inpari IR nutri zinc.
Dikatakan bahwa varietas Inpari IR Nutri Zinc tidak memerlukan perlakuan yang istimewa. Untung susanto juga memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada para petani yang telah menanam varietas ini di NTT karena NTT adalah Provinsi pertama yang menanam varietas padi Ipari IR Nutri Zinc.

Diharapkan varietas ini dapat tersebar ke seluruh Indonesia karena kejadian stunting dan kekurangan gizi Zn terjadi merata di semua pulau di Indonesia. Dan produksi benih sumber terus dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut.
lebih lanjut Untung Susanto menyampaikan bahwa varietas ini juga mempunyai keunggulan lain yakni daun nya menghadap ke atas sehingga ketika ada hama burung tidak dapat merusak pertumbuhannya.

Dikesempatan yang sama. Bupati Kupang yang diwakili oleh kepala dinas pertanian Kabupaten Kupang, Siallagan menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kerjasama yang baik dari BPTP NTT bersama para petani, terkait varietas padi menghasilkan hidup sehat. Pangan lokal adalah makanan yang sehat, oleh sebab itu kita perlu bersyukur dengan adanya varietas padi jenis Inpari IR dan juga dengan pola hidup sehat.

“Diharapkan kepada BPTP NTT agar hal ini terus dikembangkan untuk meningkatkan produksi panen para petani dan juga terus lakukan pendampingan kepada petani agar terus ditingkatkan, ” harap Sillangan.
Sedangkan pihak BPTP NTT dalam hal ini kepala BPTP NTT
Procula Rudlof Matitaputty, mengatakan BPTP NTT bersama para peneliti dan penyuluh akan terus memberikan pendampingan dan penyuluhan kepada para petani dan kelompok tani yang ada di Kabupaten Kupang agar terus melakukan berbagai uji coba pertanian yang diberikan oleh BPTP NTT .
(CP).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *