Gigih Retnowati : Masyarakat Inginkan Pelayanan Pelayaran Simpel dan Otomatis

NTT, Indonesia menyapa. Com
Penelitian terhadap penyebab kecelakaan transportasi harus dengan cara pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data secara sistematis dan objektif agar tidak terjadi kecelakaan tranportasi dengan penyebab yang sama. Terkait hal tersebut maka kementerian perhubungan direktorat jenderal perhubungan laut dan direktorat perkapalan dan kepelautan mengelar bimbingan teknis keselamatan pelayaran yang berlangsung di hotel Asthon selama 4 hari dari tanggal 17 — 20 september 2019.

Dalam laporan ketua panitia, Ari Wibowo menyampaikan bimbingan teknis keselamatan pelayaran bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan pelayaran serta memberikan tambahan wawasan tentang pentingnya budaya keselamatan pelayaran dan melalui bimbingan teknis keselamatan pelayaran dari kementerian perhubungan direktorat jenderal perhubungan laut dan direktorat perkapalan dan kepelautan dapat menurunkan angka kecelakaan pelayaran menuju zero accident.

Gigih Retnowati selaku Kasubdit rancang bangun dan stabilitas kapal dalam sambutannya dikesempatan pembukaan bimtek keselamatan pelayaran mengatakan, saat ini adalah revolusi industri dimana masyarakat menginginkan pelayanan yang simpel dan tidak berbelit dan secara otomatis dapat di jangkau oleh siapa saja dan dimana saja.
Gigih Retnowati lebih lanjut mengatakan bahwa sekarang masyarakat menginginkan pelayanan yang serba otomatis dan dapat di jangkau oleh siapa saja dan dimana saja.

Disampaikan pula pemerintah telah melaksanakan pilot project amanat pelabuhan keselamatan pelayaran serta E-tiketing pada pelabuhan – pelabuhan tradisional.

” ada 3 pelabuhan tradisional yang menjadi pilot project dari pemerintah yakni muara angke, tanjung pinang, dan bau bau,” kata Gigih.

” untuk keberhasilan suatu progran dibutuhkan pengawasan dan kerjasama dari setiap pihak yang terkait, untuk itu secara pribadi, saya berharap kepada semua pihak agar saling bekerjasama demi menciptakan keselamatan pelayaran,” harap Gigih Retnowati.

Dirinya juga berharap melalui bimtek keselamatan pelayaran yang digelar, semua pihak mendapatkan pemahaman terhadap aspek pelayaran di NTT semakin meningkat sehingga real estate yang menjadi jadwal kementerian perhubungan dapat terwujud di wilayah NTT.

Wakil Gubernur NTT, Josep Nae Soi dalam sambutan nya saat membuka kegiatan bimbingan teknis keselamatan pelayaran mengatakan, dalam sebuah pelayaran, syahbandar harus memiliki keahlian dan kemampuan dalam menggoperasikan kapal. Dalam Pelayaran kepalanya atau yang disebut syahbandar yang bertanggung jawab atas semua peraturan yang ada.

Wagub juga mengatakan, kapal wajib memiliki catatan harian kapal dan diketahui oleh syahbandar dan setiap pergantian pemimpin kapal dan juru mesin tercatat juga di catatan harian kapal serta wajib melapor ke Syahbandar setempat.

Josep Nae Soi juga menghimbau dalam keselamatan pelayaran harus ada saling koordinasi antar instansi terkait karena hal Itu penting karena kalau ada kecelakaan tidak saling menyalahkan antara satu dengan yang lain.
” teman – teman di pelabuhan harus ada ketegasan, begitupun dengan teman-teman di kapal harus siap semua peralatan, makanan di kapal dan lain sebagainya, ” imbau Nae Soi.
(CP).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *