BPTP Balitbangtan NTT Meramaikan Pameran Tanaman Hias dan Buah di Faperta Undana

Kupang, Indonesia menyapa.com
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Balitbangtan NTT turut berpartisipasi dalam kegiatan pameran tanaman hias dan buah yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana Kupang tahun 2019. Pameran tersebut direncanakan akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal ( 4–6 september 2019)

Pameran yang berlangsung dari hari Rabu — jumat ,dihadiri oleh sejumlah UKM, dan OjK, UPT, Fakultas Pertanian Undana dan lainya ,dimana kegiatan pameran tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Undana. Pada kesempatan tersebut, Dr. Ir. Tony Basuki, M.Si selaku peneliti dari BPTP NTT kepada wartawan menjelaskan bahwa kehadiran BPTP NTT di pameran tanaman hias dan buah untuk meramaikan dan berpartisipasi serta memotivasi para peserta lainya. dengan tagline Pertanian maju, NTT jaya dan dengan semangat budidaya aneka sayuran dalam memamfaatkan lahan kering tersedia.
” Kami, BPTP NTT hadir dalam pameran sayuran dan tanaman hias hari ini untuk memotivasi peserta lainya dan Kami turut berpartisipasi memberikan semangat bagi anak muda dalam hal ini mahasiswa dan pelajar agar dapat belajar membudiyadakan aneka sayuran dan tanaman hias dan diharapkan nantinya dapat berwirausaha” kata Tony.

Pameran tanaman hias dan sayuran tersebut digelar oleh Fakultas Pertanian (Faperta) Undana dan pameran tersebut merupakan kegiatan yang ke-empat kalinya.
Ketua Panitia Festival Tanaman Hias dan sayuran 2019, Faperta Undana, Yacobus Saubelan, SP, M.Si saat ditemui wartawan, menyampaikan ajang Festival yang digelar ini  merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis Undana ke 57 sekaligus Dies Natalis Fakultas Pertanian ke 37. “Ini rutin dilaksanakan setiap tahun dan saat ini memasuki tahun keempat. Biasanya digelar bulan Sptember sebelum puncak Dies Natalis tanggal 7 September.” kata Yacobus.

Yacobus menyampaikan bahwa tujuan Festival ini, merupakan even buat  hobires pertanian untuk berkumpul untuk saling bertukar pikiran diantara mereka.
Selain itu, bagi  mahasiswa Faperta  sebagai sarana belajar karena fakultas mendorong mahasiswa kedepan  memiliki jiwa wirausaha. Ajang ini dijadikan contoh bahwa ini peluang usaha dalam bidang pertanian masih sangat besar.

“Inipun memberi gambaran ke orang luar bahwa  NTTbukan daerah kering tapi potensinya luar biasa.” jelas Yacobus
Dirinya berharap kedepan pelaksanannya  lebih baik dan bisa memberi cerminan bahwa NTT tidak kering tetapi memiliki potensi yang luar biasa.

Turut Hadir meramaikan pameran tanaman hias dan sayuran Kelompok Tani (Poktan) Krisan dari Desa Nepala, Kecamatan Molo Utara, TTS. Poktab Kristan merupakan binaan dari BPTP balitbangtan NTT sejak tahun 2015.
Ketua Poktan Krisan, Hudiamina Lassa menjelaskan sejak tahun 2015, poktan ini mendapatkan pembinaan dari BPTP NTT berupa kegiatan taman teknologi pertanian (TTP) di Molo, Kabupaten TTS.

Poktan Krisan sangat potensial bergerak di semua bidang bukan saja pengembangan aneka sayur, tapi juga pengolahan pasca panen. Petani  dilatih mengola pangan baik  sayur, jagung, padi ataupun  semua potensi yang ada menjadi makanan siap saji.

“Kelompok petani Krisan dari Desa Nepala ini beranggotakan cukup banyak orang. Tapi untuk Festival kami yang datang  12 orang. Kami pamerkan hasil  budidaya tanaman hias, sayur, buah,  straw berry. Ada 12 jenis bunga yang kami bawa di festival,” jelasnya.

Animo masyarakat terhadap pameran cukup baik, pantauan media, terbukti dengan banyak pengunjung bahkan sangat antusias membeli tanaman hias maupun buah dan sayuran yang di pamerkan. (CP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *