BPTP Balitbangtan NTT Terapkan Inovasi Lima Komponen Tekhnologi bagi Petani

Kupang, Indonesia menyapa. Com
Bentuk tata – Tanam Rel ganda ( Double Track) dalam budidaya jagung yang dilakukan oleh para petani yakni pada kelompok tani Amkenat membuahkan hasil yang memuaskan. Semua berkat Bimbingan,pendampingan dan penyuluhan dari Balai Pengkajian teknologi pertanian Balitbangtan NTT.

Kelompok tani Amkenat yang berada di desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang dengan jumlah anggota kurang lebih 20 orang tersebut kembali lagi mendapatkan bimbingan teknis tematik penerapan inovasi budidaya jagung di kawasan inovasi pertanian ( Kawitan)mendukung peningkatan komunikasi diseminasi hasil Litkaji Balitbangtan tahun 2019 yang berlangsung di desa Oeteta senin (2/9/2019)di saung Kelompok tani Amkenat.

Beberapa penerapan inovasi budidaya jagung yang didapatkan oleh Poktan Amkenat tidak terlepas dari dampingan BPTP NTT dan para penyuluh dan peneliti handal.
Dr. ir. Tony Basuki, peneliti dari BPTP NTT, saat penyampaian materinya, dirinya membeberkan lima sistem komponen teknologi dan bimbingan teknis tematik yaitu, Varietas Unggul, double track atau sistem tanam, sistem tanam satu lubang satu biji, pencengahan hama ulat tentara, dan sitovilus. dan dari lima sistem inovasi komponen teknologi tersebut dipastikan hasil tanam dan panen jagung akan dapat mencapai 10 ton lebih.

” sistem tanam jagung dengan double track dan satu lubang satu biji dengan mengunakan varietas unggul, maka diharapkan petani akan mendapatkan hasil pertumbuhan dan panen jagung lebih banyak dari sebelumnya. dan bahkan bisa di targetkan akan mencapai lebih dari 10 ton, ” jelas Tony Basuki.

Kepala BPTP Balitbangtan NTT, Dr. ir. Syamsuddyn, M.si, dalam sambutannya mengatakan, ide kawasan Inovasi pertanian Kawitan, diterapkan karena disadari sudah banyak pertanian yang di lakukan namun masih belum mendapatkan hasil yang maksimal. Oleh sebab itu Diharapkan adanya inovasi pertanian yang terbaru sehingga dapat diterapkan di para petani. Namun juga tidak mengabaikan saluran yang ada. ” Diharapkan para penyuluh dapat menerapkan dengan baik metode inovasi kepada petani dengan tidak mengabaikan tugas dan fungsi dari BPTP NTT,” Kata Kepala BPTP NTT.

Dikesempatan yang sama ketika ditemui awak media, Kepala desa Oeteta, Yakob Tafae mengatakan, sebagai pemerintah, dirinya sangat berterimakasih kepada BPTP NTT, karena sudah memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada petani yang ada di desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, sehingga masyarakat dapat membudidayakan tanaman jagung dengan inovasi pertanian yang bagus yakni mengunakan lima komponen tekhnologi dan dengan sistem tersebut para petani dapat berhasil serta dapat membantu ekonomi masyarakat di oeteta.
Yakob Tafae berharap agar BPTP terus memberikan pendampingan dengan inovasi pertanian yang baru .

Salah satu anggota poktan Amkenat , Damaris Kobohaba yang hadir juga saat Bimtek tematik dari BPTP NTT, saat di mintai kesan nya atas sistem tanam jagung dengan inovasi pertanian dari BPTP NTT, dirinya mengatakan bahwa sebagai petani, dirinya merasakan adanya perbedaan sistem tanam jagung yang dilakukan sejak mendapatkan penyuluhan dan pendampingan dari BPTP NTT, dimana hasilnya lebih baik dan bahkan sangat memuaskan. (CP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *