Ketua Poktan Rindu Sejahtera,Matheos Tapatab Apresiasi BPTP Balitbangtan NTT Dalam Pengelolaan Pertanian

Kupang, Indonesia menyapa.Com
Kelompok Tani ‘Rindu Sejahtera ‘ binaan BPTP Balitbangtan NTT, yang diketuai Matheos Tapatab, kepada wartawan mengatakan kelompok Tani Rindu Sejahtera yang telah di bentuk sejak beberapa tahun silam dengan jumlah anggota sebanyak 50 orang dan hingga sekarang sudah bertambah menjadi 268 orang. Dikatakan pula bahwa karena ada pengembangan lahan seluas 292 Ha, maka dari jumlah anggota yang mencapai 268 orang tersebut, kemudian di bagi menjadi 4 sub kelompok agar dapat dengan mudah mengurus lahan pertanian yang ada.

Matheos Tapatab disela – sela kegiatan bimbingan tekhnis peningkatan kapasitas penyuluh mendukung upsus Pajale dan peningkatan komunikasi, koordinasi dan desiminasi hasil invasi teknologi Badan Litbangtan dan kawasan inovasi pertanian yang berlangsung di desa Noelbaki, kacamatan Kupang Tengah tepatnya di kelompok tani “Rindu Sejahtera ” , rabu ( 28/8/2019).menyampaikan bahwa dengan adanya penyuluhan dan pendampingan dari BPTP Balitbangtan NTT dan juga Dinas Pertanian Kabupaten maupun Provinsi NTT maka Poktan Rindu Sejahtera dalam mengelolah lahan pertanian khususnya padi dapat mendapatkan hasil yang maksimal.

” kami Poktan Rindu Sejahtera sangat berterimakasih dan apresiasi kepada BPTP Balitbangtan NTT yang sudah memberikan penyuluhan dan pendampingan selama ini.
Sehingga berbagai permasalahan yang di hadapi dalam pertanian bisa di atasi. Walaupun masih ada juga hama yang menyerang namum kami berharap BPTP Balitbangtan dan Dinas Pertanian melalui para penyuluh dapat memberikan solusi sehingga dapat mengatasi hama yang seringkali menyerang pertanian padi di saat musim penghujan.”. Harap Matheos.

Ketua Kelompok Tani Rindu Sejahtera, Matheos Tapatab juga menambahkan , untuk mengatasi permasalahan hama padi dan lain sebagainya, dirinya berharap, pemerintah dapat membentuk Wadah koperasi Tani dengan tujuan agar dapat membantu ekonomi dan juga memudahkan petani khususnya anggota poktan Rindu Sejahtera untuk memperoleh bantuan dana dalam membeli obat – obatan pembasmi hama, sehingga panen padi dapat lebih di tingkatkan.

” serangan hama sering terjadi pada musim penghujan sehingga mengakibatkan hasil panen menurun. Oleh sebab itu kami berharap pemerintah dapat membantu kami dengan membentuk Koperasi Tani, guna membantu petani dalam mendapatkan dana untuk membeli obat – obatan pembasmi hama pada padi. ” kata Matheos.

Kepala BPTP Balitbangtan NTT Dr. Ir. Syamsudin, M.Sc pada kesempatan yang sama menyampaikan, bahwa
Selama ini memang inovasi baru selalu terhambat dikarenakan tidak bisa terserap oleh para petani. Makanya perlu dipertemukan para peneliti, penyuluh untuk bertemu muka dengan petani sehingga dapat mendiskusikan bagaimana inovasi baru. Hal ini diharapkan nantinya dapat juga tingkatkan potensi penyuluh.

“oleh sebab itu, kita carikan solusi dalam upaya penyerapan inovasi dengan sama-sama hadir untuk bicarakan solusinya. dan juga Petani kelompok daoat diberi materi dan langsung praktek inovasi di lahan sawah,” jelasnya.

Kegiatan Bimtek yang di gelar, dilaksanakan di Poktan Rindu Sejahtera Desa Noelbaki dengan tujuan meningkatkan pengembangan kawasan inovasi pertanian ( Kawitan)
Kegiatan Bimtek melibatkan penyuluh BPTP NTT, penyuluh daerah dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Dinas Pertanian kabupaten Kupang juga Kota Kupang serta kelompok tani Rindu Sejahtera di Kawasan Inovasi Pertanian (Kawitan) padi sawah di Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah.
(Cp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *