Pemerintah NTT Dukung Lanjutan Program Inovasi

Kupang, Indonesia menyapa
Com
Pemerintah Provinsi berharap, agar keberhasilan Program INOVASI di Sumba bisa direplikasi oleh 17 kabupaten/kota lainnya di NTT. Sebagai mitra koalisi, kami siap untuk terus bekerjasama dengan Pemerintah Pusat dan Kedutaan Besar Australia.

Demikian kata Asisten Bidang Pemerintahan, Drs.Jamaludin Ahmad,MM saat membacakan sambutan Gubernur NTT dalam pertemuan tim pembina Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT hari ini, Kamis (27/6).

Hadir dalam kegiatan tersebut Emma Blanch, second secretary DFAT Kedutaan Besar Australia, Mark Heyward, Direktur Program bersama tim INOVASI. Turut hadir Moch.Abduh,Ph.D selaku Kepala Pusat Penilaian Pendidikan pada Badan Penelitian dan Pengembangan bersama Romi Siswanto, perwakilan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Perwakilan dari lokasi penerima program, hadir Wakil Bupati Sumba Timur dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya, perwakilan dari Sumba Barat dan Sumba Tengah bersama masing-masing perangkat daerah terkait.

Pertemuan terkait program pendidikan, kemitraan antara Pemerintah Australia dengan Pemerintah Indonesia itu, mengusung tema *’Kesiapan kabupaten sedaratan Sumba dalam pelembagaan hasil rintisan INOVASI, guna peningkatan hasil belajar anak-anak.’* Forum tersebut membahas kesiapan empat kabupaten di daratan Sumba dan Forum Peduli Pendidikan Sumba (FPPS) untuk mengambil-alih hasil rintisan program, yang sudah berjalan selama 18 bulan.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Drs.Benyamin Lola,M.Pd meyampaikan apresiasinya terhadap dukungan Pemerintah Australia. Sekalipun urusan pendidikan dasar menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi merasa berkepentingan untuk mendukung suksesnya program itu.

“INOVASI dalam waktu yang singkat telah menerapkan kegiatan-kegiatan spesifik, dapat meningkatkan mutu pendidikan dasar. Harapan kami, bisa disinergikan dengan misi pemerintah provinsi untuk meningkatkan mutu pendidikan menengah di NTT,” kata Benyamin seraya mengharapkan kontribusi pemikiran peserta forum, untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Untuk diketahui, program yang resmi ditandatangani kesepakatannya pada 2 November 2017 itu akan segera berakhir. Hingga akhir 2018, Program INOVASI telah melaksanakan tujuh kegiatan rintisan di Sumba yaitu literasi dasar, membaca di kelas awal, perpustakaan ramah anak, bahasa ibu sebagai bahasa pengantar di kelas awal, kepemimpinan dalam pembelajaran, guru BAIK serta pendidikan inklusif.

Kegiatan-kegiatan tersebut telah membuahkan hasil yang baik, bagi peningkatan kompetensi guru maupun peningkatan mutu proses pembelajaran. Sebagai bentuk dukungan, keempat kabupaten sedaratan Sumba saat ini telah mengalokasikan dana pendampingan. Dukungan tersebut diperuntukan bagi pembiayaan mandiri, perluasan penerapan program rintisan ke sekolah atau gugus lain, di luar mitra INOVASI.

Pada sesi diskusi, seluruh peserta forum meminta kesediaan Pemerintah Australia untuk melanjutan program yang dinilai sangat bermanfaat itu. Kepala Biro Ekonomi dan Kerjasama NTT, DR.Lery Rupidara,M.Si ikut mendukung usulan keberlangsungan Program INOVASI. Dalam tataran konseptual, Lery menyebutkan pentingnya dilakukan _Social Sytem Analysis_. Diperlukan kejujuran pada aspek afeksi dan psikomotorik, untuk kebutuhan replikasi.

Sementara itu, Kepala Bappeda Sumba Barat, Titus Diaz Liurai menyentil pentingnya peran orang tua dalam pendidikan. Apresiasi dan harapan keberlanjutan program pun disentilnya. Secara kritis, Titus juga mengkritisi tuntutan kebutuhan anggaran pendidikan.

Mewakili DFAT, Emma Blanch belum bisa memastikan jawaban atas permintaan peserta rapat, terkait keberlanjutan program. Emma menyebutkan usulan untuk kelanjutan Program INOVASI, fase kedua, akan dibicarakan secara internal. Hasil pembahasan internal tersebut, diharapkan sudah bisa diputuskan sebelum akir tahun 2019 ini. Senada dengan itu, Mark Heyard selaku Direktur Program INOVASI menekankan strategisnya peran pemerintah daerah dan lembaga mitra.
(*CP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *