Poktan Desa Fatuketi Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu Lakukan Study Banding di BPTP-Balitbangtan NTT

NTT,Indonesia Menyapa. Com
Kelompok Tani (Poktan) desa Fatuketi Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu melaksanakan studi banding di BPTP Balitbangtan NTT pada Rabu (19/6/2019) .
Plh. Kepala Balai (Fransiskus T.E. Gete, SE.) yang didampingi Ir. Charles Y. Bora, M.Si. selaku Narasumber beserta Tim ikut hadir Tim KSPP menerima Kelompok Tani (Poktan) desa Fatuketi Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu saat melaksanakan studi banding.
Serta diikuti oleh 45 orang poktan yang kemudian didampingi oleh pejabat desa dan PPL setempat ke BPTP-Balitbangtan NTT.

Sesuai berita yang diturunkan oleh BPTP Balitbangtan NTT bahwa, tujuan dari study Banding tersebut adalah untuk memperoleh informasi secara detail mengenai teknologi tanaman padi jajar legowo 2:1 dengan narasumber Ir. Charles Y. Bora, M.Si. dan Tim.

Sesuai informasi bahwa di desa Fatuketi mendapatkan pengairan dari bendungan Rotiklot yang akan mengairi persawahan di desa tersebut sehingga kepala desa menggerakkan kelompok tani untuk melaksanakan study banding di BPTP NTT tentang tanam padi khusus jajar legowo 2:1 sehingga penyuluh dan petani yang memiliki sumber daya yang memadai.

Lebih lanjut disampaikan bahwa, Kegiatan kunjungan lapangan akan dilaksanakan disekitar kantor BPTP NTT (melihat kegiatan KBI, Kandang Ayam KUB, Sapi, UPBS, Jeruk dan Lahan KP) dan fokus kegiatan kunjungan lapangan adalah mengenal alsintan.

Pada kesempatan ini, terlebih dahulu para peserta dibekali melalui pemaparan tentang konsep jajar legowo. Budidaya padi dengan teknologi jajar legowo adalah hasil pengembangan teknologi budidaya padi terpadu dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang berbasis cara tanam jajar legowo 2:1

Komponen teknologi budidaya padi jarwo meliputi Varietas Unggul Baru (VUB) potensi hasil tinggi, dekomposer jerami, pupuk hayati, pemupukan berimbang berdasarkan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS), dan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dengan pestisida nabati dan kimia berdasarkan ambang kendali

Dengan kunjungan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman dari poktan tentang teknologi budidaya jajar legowo dan berharap kunjungan lapang tersebut banyak bermanfaat dan dapat memotivasi kelompok tani lainnya untuk lebih maju, ungkap Charles Bora.
Sumber : BPTP NTT /(*CP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *