BPTP NTT Perkenalkan Budidaya Jagung Hibrida Nasa 29 Dengan Tata Tanam Doube Track Kepada Seluruh Penyuluh,Poktan Di Sabu Raijua

Sabu Raijua, Indonesia menyapa.Com
Bimbingan teknis (BIMTEK) inovasi pertanian “Budidaya jagung hibrida nasa 29 dengan tata tanam doube track diperkenalkan kepada seluruh penyuluh sekabupaten Sabu Raijua, petani yang tergabung dalam kelompoktani “Tapejari”, kelompoktani “Bersatu” sebagai lokus kegiatan dan juga kelompok tani “Prima tani”, Babinsa serta petugas dinas pertanian dan pangan yang berjumlah 100 orang lebih.

Mengawali sambutan dalam acara pembukaan Kepala BPTP Balitbangtan NTT yang diwakili oleh Dr.Ir.Tony Basuki,MSi mengatakan bahwa BPTP sebagai lembaga riset tugas utama adalah mensuplay teknologi dan mendampingi teknologi dilapangan, dan teknik pendampingan ini dilakukan bersama antara peneliti, penyuluh dan teknisi litkayasa. dan kali ini kami membawa teknologi lain yang semula kami lakukan di Malaka untuk luasan diatas 1000 hektar.

Lebih lanjut Tony Basuki mengatakan, Oleh karena teknologi ini berjalan terus, maka yang kita kerjakan harus menjadi pemicu produksi (Roll-Out)/terguling menjadi lebih luas oleh para penyuluh sebagai agent, pembawa teknologi untuk para petani ujung tombak dalam pembangunan pertanian agar produksi pertanian (jagung) disini meningkat dan kebutuhan akan pangan tercukupi, tandasnya.

“Mengapa harus nasa 29 dengan implementasi double track”, karena teknologi,jagung nasa 29 ini vaietas unggul baru hasil penelitian anak bangsa yang baru dilepas oleh bpk presiden RI Joko Widodo pada tahun 2017 dan mempunyai banyak keunggulan antara lain bahwa Selain potensi produksi tinggi bisa mencapai 13,5 ton perhektar dengan rata-rata 11,9 ton perhektar karena hampir 80 % jagung ini memiliki 2 tongkol yang sama besar, Pengisian biji pada tongkol penuh dan kelobot tertutup sempurna, Rendemen biji > 80%,Batang kokoh,Tahan terhadap serangan hawar daun, karat daun bercak daun, penyakit bulai dan busuk tongkol, Mempunyai daya adaptasi yang cukup luas baik didataran rendah maupun didataran tinggi dan ketika dipanen batangnya masih hijau atau stay green dan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, ” jelas Tony.

Kegiatan yang berlokasi di kelompok tani Tapejari desa Raeloro Seba Sabu, dilaksanakan pada Rabu 19 Juni 2019 tersebut, Tony Basuki menjelaskan bahwa dalam rangka memanen “cahaya” yang banyak maka, double track atau sistem tanam jalur/rel ganda merupakan pilihan teknologi, agar efisien dalam memanfaatkan nutrisi dalam tanah, gas karbon dioksida (CO2) dan oksigen (O2).

Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten sabu Raijua Ir.Mansi Raymond Kore ketika membuka kegiatan Bimtek secara resmi, menyampaikan arahan bahwa BPTP Balitbangtan NTT sudah memproduksi banyak teknologi yang telah terbukti dan teruji unggul diwilayah lain, Malaka, dan saat ini dibawa,diperkenalkan juga di Sabu diwilayah kita melalui Bimtek dan demonstrasi cara tanam dikelompoktani”Tapejari” dan kelompok tani”Bersatu” ”

oleh karena itu saya mengharapkan para penyuluh harus menerima dan menyebarluaskan kepada kelompok tani lain diwilayah binaan masing-masing, apalagi varietas unggul baru jagung hibrida nasa 29 yang kononnya produksi tinggi mencapai 13,5 ton/perhektar juga diperkenalkan disini, di Sabu.” jelas Mansi Raymond Kore.

Harapan yang sama juga disampaikan buat para babinsa yang turut hadir agar bersama-sama penyuluh dapat memotivasi petani dalam menerapkan teknologi ini dilapangan, dan untuk kelompoktani “Tapejari” dan Kelompok tani “Bersatu” kalian harus menjadi contoh menerapkan teknologi ini sesuai yang telah diajarkan lewat Bimtek dan juga meneruskan ke anggota kelompok tani yang lain yang kali ini belum menerapkan karena terkendala air.

Selain materi inti “ Budidaya jagung Hibrida Nasa 29 dengan Implementasi double track oleh Peneliti BPTP Balitbangtan NTT (Dr.Ir.Tony Basuki,MSi , dan Penyuluh Ir.Adriana Bire,MSc, Program dinas Pertanian dalam mendukung Pariwisata oleh Kepala Dinas Pertanian dan pangan Ir.mansi Raymond Kore, dan Motivasi bagi Penyuluh dan Petani dalam menerapkan teknologi anjuran oleh kepala Seksi TPH , Noldy Djawe,SP , juga para peserta dibekali dengan materi tambahan “ Sidoluhtan” system Dupak On Line yang disampaikan oleh Ir. Adriana Bire,MSc.

Bimtek yang dirangkaikan dengan demonstrasi cara tanam Double Track dalam Temu Lapang dan Penanaman simbolis jagung hibrida nasa 29 ini di lakukan oleh Bupati Sabu Raijua Drs.Nicodemus Rihi Heke,MSi, Kepala dinas pertanian dan pangan serta jajarannya, kepala BPTP NTT, Kordinator Penyuluh Kabupaten, Penyuluh sekabupaten Sabu Raijua, Danramil Wilayah Seba dan Babinsa serta para petani seputar desa Raeloro berlokasi dilahan kelompoktani “Tapejari” dan mendapat sambutan dan apresiasi yang tinggi oleh Bupati Rihi Heke serta ucapan terimakasih dan salam disampaikan kepada Kepala BPTP Balitbangtan NTT yang sudah mengalokasikan kegiatan ini diwilayah Sabu Raijua dalam kegiatan Dukungan Inovasi Perbatasan dan harapan lain bahwa kegiatan ini tidak berhenti disini tapi dapat dilanjutkan dalam waktu kedepan dalam mendukung kegiatan Pariwisata terutama dalam menghadapi Lounching Pekan/Festifal pariwisata “Kalaba maja” yang akan berlangsung pada bulan September 2019, tutur bupati menutup kegiatan.
Sumber : BPTP Balitbangtan NTT/(*CP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *