BNNP Provinsi NTT Lakukan Sosialisasi Dan Tes Urine Bagi ASN BBPP Kupang

NTT, Indonesia menyapa.com
Kepala BNNP NTT Brigjend. Pol. Teguh Iman Wahyudi, SH.MM) melalui Kasie. Pencegahan Markus Raga Djara, SH.M.Hum bersama Tim melaksanakan sosialisasi narkoba sekaligus Tes Urine bagi ASN BBPP Kupang.
Hal tersebut dilakukan Dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Presiden No. 6 / 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) 2018- 2019.

Terkait rencana aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) 2018- 2019, maka Kementerian Pertanian RI melalui surat Plh. Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang mengundang BNNP NTT sesuai surat No. 395b/KP.210/I.18/05/2019 tgl 18 Juni 2019 perihal Permohonan Narasumber.

Kegiatan ini dibuka oleh Plh. Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang ( Bapak Muhammad Ukkas, S.Pi, M.Si) pada kamis (20/6/2019)bertempat di Aula Utama Kantor BBPP Kupang.dan di hadiri oleh 46 orang Aparatur Sipil Negara BBPP Kupang (para pejabat struktural dan staf) dari jumlah keseluruhan ASN berjumlah 96 orang.

Dalam arahan Plh. Kepala BBPP Kupang menyampaikan bahwa program kegiatan ini sebagai tindak lanjut Inpres nomor 6/2019 melalui surat penegasan dari kementerian pertanian RI, sehingga perlu dilakukan sosialisasi dan tes urine kepada seluruh jajaran dari pusat sampai ke daerah, diharapkan kegiatan sosialisasi ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan para ASN sehingga menjauhi penyalahgunaan narkoba apalagi memakai dan bila kedapatan memakai narkoba maka sanksi akan di berikan sesuai undang undang ASN dimana bisa berupa pemecatan.

Tes urine yang dilakukan ini juga sebagai bentuk upaya pencegahan dini bagi para ASN namun karena keterbatasan anggaran maka di lakukan tes urine kepada 20 ASN yang di pilih secara acak.
Selanjutnya dari BNNP NTT diberikan kesempatan untuk membawakan materi oleh Kepala Seksi Pencegahan BNNP NTT dengan materi tentang ” Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan Kerja Kantor Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang.

Pemaparan materi pertama disampaikan oleh Kepala Seksi Pencegahan yang membahas tentang bagaimana bahaya narkoba yang dapat merusak tubuh dan bahkan karier ASN bila terlibat dalam penyalahgunaan narkoba dan juga bagaimana upaya pencegahan dan peranan ASN dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba termasuk dalam lingkungan kerja dan dalam penyampaian materi ini juga disampaikan bagaimana seorang ASN bisa terjerumus dalam masalah narkoba dan bagaimana membangun komitmen dan pemahaman para ASN dalam menghindari bahaya narkoba serta bagaimana peran instiusi BBPP dalam menyebar luaskan informasi bahaya narkoba kepada rekan rekan kerja termasuk keluarganya.

Selanjutnya diharapkan para ASN juga bisa berperan sebagai Relawan Anti Narkoba serta pimpinan BBPP Kupang dapat melaksanakan Inpres No. 6 / 2018 secara berkesinambungan baik dalam program kerja maupun dalam

Penganggarannya setiap tahun.
Efek dan sifat narkoba dapat merusak tubuh, otak atau pusat syaraf dan hal ini tentu akan berdampak buruk bagi kehidupan dalam kekuarga maupun karier di kantor bahkan bila overdosis bisa menyebabkan kematian.
Selanjutnya pemateri kedua Dokter Daulat Samosir memaparkan tentang dampak narkiba bagi kesehatan tubuh dimana bila mengkonsumsi narkoba secara terus menerus akan menyebabka kerusakan otak permanen, termasuk kerusakan organ organ vital dalam tubuh seperti mata, mulut, hati, jantung, saluran pencernaan dan lain lain dimana akan menyebabkan seseorang tidak bisa bekerja secara maksimal.

Sesuai rillis yang diterima, bahwa pada kesempatan tersebut juga di lakukan kegiatan tes urine kepada beberapa ASN yang dipilih secara acak sesuai jumlah alat tes urine yang tersedia hal ini disebabkan ketiadaan anggaran dalam anggaran tahun 2019 sehingga diupayakan secara swadaya dan akan diprogramkan secara baik di tahun yang akan datang.
dan dalam pemeriksaan urine kepada 20 ASN ternyata semuanya Negatif.
(*CP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *