BPTP NTT Lakukan Perkawinan Silang Dengan Teknologi IB, Lahirkan Meisi

Kupang, Indonesia menyapa. Com
Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan NTT telah berhasil melakukan perkawinan silang dengan teknologi Inseminasi Buatan (IB) antara sapi Bali betina dengan semen pejantan Simental. Pedet hasil IB ini diberi nama Meisi, artinya lahir di bulan Mei dengan keturunan Simental. Meisi ini merupakan sapi Simental hasil IB pertama di kandang percobaan Naibonat – BPTP Balitbangtan NTT. Meisi dilahirkan secara normal dan sehat dengan bobot badan lahir 35 kg.

Sesuai rillis yang diterima Rabu (29/5/2019) dijelaskan bahwa , Inovasi Teknologi Inseminasi Buatan (IB) sudah cukup dikenal dikalangan peternak sapi, hal ini sudah terbukti keunggulannya untuk memperbaiki mutu genetik ternak. Upaya untuk mendukung program pemerintah pusat di bidang peternakan yang sudah digemakan yakni program Sapi Induk Wajib Bunting (SIWAB), maka BPTP Balitbangtan NTT bekerjasama dengan petugas inseminator dari Dinas Peternakan Kabupaten Kupang yaitu, Bapak Jafar Djampi.

Sebagaimana diketahui bahwa BPTP NTT mempunyai Kebun Percobaan (KP) bidang peternakan dengan populasi ternak sapi Bali betina dewasa sebanyak 18 ekor. Sapi-sapi tersebut diikutsertakan dalam akseptor IB sebagai bentuk dukungan terhadap program SIWAB.
Ditambahkan pula, Pada bulan Agustus dan September tahun 2018, telah diupayakan memperbaiki genetik ternak dengan dilakukannya IB pada 5 ekor induk sapi Bali betina menggunakan benih semen dari bangsa (breed) 2 ekor Simental, 2 ekor Limousin, dan 1 ekor Angus. Hasil dari IB 5 ekor sapi Bali betina menunjukkan kebuntingan.

Dr. Ir. Sophia Ratnawaty, M.Si mengatakan, bahwa performa ternak bukan hanya diperoleh dari mutu genetik ternak yang baik saja, akan tetapi perlu didukung dengan pakan ternak yang berkualitas. Ketersediaan lahan pakan ternak di Kebun Percobaan – BPTP NTT hanya 1,5 Ha.

” performa ternak bukan hanya diperoleh dari mutu genetik ternak yang baik saja, akan tetapi perlu didukung dengan pakan ternak yang berkualitas. Ketersediaan lahan pakan ternak di Kebun Percobaan – BPTP NTT hanya 1,5 Ha.” jelas Dr. Ir. Sophia Ratnawaty, M.Si.

Dikatakan pula, Hal ini masih kurang, sehingga bersama dengan teknisi peternakan yaitu Bapak Jovial D. Mandala dan Muhamad K. Rumbory telah melakukan teknologi pengolahan pakan dengan memanfaatkan tongkol jagung, dedak, dan putak untuk dijadikan konsentrat, sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan hijauan segar dilakukan penanaman rumput Indigofera sp. (odot) dan sorgum pada lahan di sekitar kandang.

Ketersediaan pakan ternak yang bergizi secara kontinyu diharapkan dapat menunjang pertumbuhan pedet yang optimal.
Semoga ternak sapi hasil IB dapat memperbaiki kualitas dan meningkatkan populasi ternak, sehingga NTT lebih berwarna lagi dengan hadirnya aneka ragam ternak sapi dari breed yang berbeda.

Sumber berita : BPTP Balitbangtan NTT
Laporan : CP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *