Gubernur NTT : Penutupan Sementara TNK Untuk Penataan Dan Konservasi

Kupang, Indonesia menyapa. Com
Sebagai situs warisan dunia yang diakui Unesco dan juga merupakan salah satu dari tujuh keajaiban Dunia, Taman Nasional Komodo (TNK) merupakan salah satu destinasi pariwisata di Provinsi NTT. Oleh sebab itu sangat penting untuk dijaga agar populasi dari biawak raksasa ini tetap terjaga.

Marius Ardu Jelamu selaku Kepala Biro Humas Setda NTT mewakili Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dalam sambutannya saat kegiatan yang di gelar Bakohumas Provinsi NTT, mengharapkan agar melalui pertemuan tersebut, dapat menampung berbagai masukan dan aspirasi untuk bisa merumuskan langkah-langkah apa saja dalam persiapan revitalisasi Taman Nasional Komodo dan penutupan pulau Komodo tersebut.
“ Penutupan sementara Pulau Komodo (TNK) ini dilakukan dengan tujuan untuk penataan dan konservasi yang rencananya akan dilaksanakan pada awal Januari 2020 mendatang,” kata Marius.

Revitalisasi ini di latarbelakangi oleh populasi komodo yang menurun. Kuat dugaan perburuan liar rusa dan babi serta perubahan lingkungan akibat pembakaran liar menjadi penyebab menurunnya populasi komodo.

Terkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta, diharapkan penutupan sementara TNK dapat menjadikan Pulau Komodo sebagai area yang dilindungi, mewujudkan tata kelola yang mantap dan meningkatkan populasi komodo dan tetap berperilaku liar sehingga menjadi daya tarik bagi pengunjung.

Dalam persiapan revitalisasi TNK ini, ada beberapa hal penting yang harus dibenahi antara lain pengaturan jalur kapal menuju taman nasional baik dari dalam LabuanBajo maupun dari luar provinsi, bersama tim dari Undana akan melakukan riset dalam rangka pelestarian komodo, pemberdayaan masyarakat pesisir dalam rangka peningkatan ekonomi yang berbasis lingkungan serta penataan kembali pengelolaan terutama mengenai rantai pasok makan (rusa, sapi dan babi) untuk komodo.

Dalam penyampaian materi nya Substainable Ecosystem Of Komodo, saat kegiatan bakohumas, kamis(23/5/2019)di hotel Ima, kepala dinas Pariwisata Provinsi NTT I wayan Darmawa Mengatakan, ada tujuh destinasi pariwisata potensial lainnya,yaitu Fatumnasi Timor Tengah Selatan, Naro di Ende, Worwar Alor, Mulut Seribu di Rote Ndao, Gelombang Laut di Nembrala, Premadit di Sumba Timur, pantai Liman di Semau.yang akan direvitalisasi kedepan sehingga membangun NTT sebagai salah satu gerbang dan pusat pengembangan pariwisata nasional (Ring Of Beauty).
“ Target kita tahun 2023, pariwisata harus mendukung NTT maju nomor 10 di Indonesia”, jelas I wayan Darmawa.

Dikesempatan yang sama Kepala Balai TN Komodo, Lukita Awang Nisyantara. Dalam pemaparan materinya terkait Pengelolaan Taman Nasional Komodo, menjelaskan tentang potensi daya tarik wisata alam lain di Pulau Komodo yakni Tikus Besar Flores/Flores Giant Rat, Seriwang Asia/Asian Paradise Flycatcher, dan Spesies ikan Paracheilinius Rennye yang merupakan temuan baru bagi ilmu pengetahuan.

Taman Nasional komodo harus terus dilestarikan karena TN komodo adalah penyumbang PNBP tertinggi tingkat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan” jelas Lukita.

Hadir pada rapat Koordinasi Kehumasan, instansi terkait dan insan pers. (CP/Hil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *