Lima Ekor Sapi Unggul Hasil IB di Kandang BPTP NTT siap Lahir

Kupang- NTT, Indonesia menyapa. Com
Sebanyak lima ekor sapi betina siap lahir, hasil perkawinan dengan teknik Inseminasi Buatan (IB) di Kebun Percobaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Nusa Tenggara Timur.

Direncanakan kelima sapi induk tersebut direncanakan lahir pada bulan Mei ini, yaitu dua ekor pada tanggal 20, satu ekor tanggal 21 dan satu ekor pada tanggal 31 Mei, dan sisanya Tengah Juni. Hal ini disampaikan oleh Teknisi Litkayasa BPTP NTT, Jovid Daud Mandala dan Muhamad Rumbory serta didampingi juga oleh Inseminator Jafar Djampi di Kandang Ternak BPTP NTT siang ini.

Dijelaskan Mandala bahwa, jika berjalan lancar maka kami dalam waktu dekat sudah punya sapi unggul hasil persilangan sapi bali induk dengan sapi unggul introduksi. Lima ekor ini hasil lahir akan menghasilkan jenis Simental dua ekor, Limosin, dua ekor dan Angus, satu Ekor.

Dari pengalaman teman-teman teknisi bahwa untuk menjaga keberhasilan hasil perkawinan silang ini, selama sembilan bulan sejak IB, kami harus patuh atas perintah teknis yang harus dijalankan, agar ternak yang di-IB ini tetap sehat dan bugar.

” Kesehatan hewan yang tetap dijaga ini diantaranya adalah pemberian vitamin, pemberian pakan dan air minum serta pantauan gejala penyakit patogen”.
“Pengalaman teknis yang sedang berjalan ini, akan menjadi pelajaran berharga bagi kami, ” kata Rumbory.

Suatu waktu kami BPTP NTT sudah memiliki banyak sapi-sapi unggul yang tersedia di lingkungan BPTP NTT. Saat ini kami punya 35 ekor sapi Bali yang dipelihara untuk menunjang kegiatan penelitian di bidang peternakan, oleh para Peneliti Peternakan di balai ini”.

“Dengan pengalaman ini juga, menunjukkan bahwa pengembangan peternakan berbasis IB sebetulnya tidak sulit diwujudkan, seperti halnya banyak pendapat yang miring dan pesimis dari pihak tertentu yang menyatakan teknik IB ini sulit dikembangkan di NTT. Pendapat ini mungkin wajar saja, karena banyak orang yang sering berteori tapi minim praktek”, jelas Mandala.

Pernyataan ini juga dibenarkan oleh Djampi yang merupakan salah satu insemintor andalan Dinas Peternakan Kabupaten Kupang. Buktinya sejak ditugaskan sebagai inseminator sejak 2012, telah berhasil melahirkan 20 ribuan ekor, dan ini banyak orang yang tidak mengetahui tentang hal ini. Semoga pengalaman di BPTP NTT ini akan menjadi berita gembira bagi para stakeholder sehingga tidak ragu-ragu dalam upaya pengembangan ternak sapi di NTT, seperti halnya sedang digaungkan oleh Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dimana IB akan menjadi salah satu kegiatan dalam program pengembangan sapi di NTT.

Sumber : BPTP NTT
Laporan : CP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *