Yohanis Ruba Tay Katakan Marungga Perlu Disosialisasikan Dan Dipasarkan Secara Intensif

NTT, Indonesia menyapa.com
Marungga sebagai sumber pendapatan baru bagi masyarakat dan daerah (PAD) dan juga merupakan pemenuhan gizi bagi masyarakat, dimana marungga mempunyai nutrisi tinggi dan lengkap serta mengandung asam amino penting, juga banyak di mamfaatkan untuk menyelesaikan persoalan gizi buruk di berbagai negara.
Oleh karena pentingnya mamfaat marungga bagi pemenuhan gizi masyarakat maka pemerintah dalam hal ini dinas pertanian Provinsi NTT dan Balai pengkajian teknologi pertanian (BPTP) NTT menyelenggarakan seminar roadmap terkait pengembangan tanaman marungga di NTT yang berlangsung di hotel Neo Asthon, Sabtu ( 12/1/2019) .

Tujuan di gelar Seminar Roadmap tersebut adalah untuk menyusun dokumen peta jalan pengembangan tanaman marungga, sebagai salah satu komoditas unggulan lokal spesifik NTT melalui beberapa strategi yang berbasis potensi lahan untuk rentang waktu lima tahun kedepan, sesuai dengan harapan Gubernur yaitu pengembangan 50 juta pohon setara 5000 ha monokultur, oleh sebab itu perlu didukung perencanaan yang terarah.

Kepala dinas pertanian Provinsi NTT, Yohanes Ruba Tay dalam sambutan nya membuka seminar Roadmap pengembangan tanaman marungga di hotel Neo Asthon, sabtu ( 12/1/2019) mengatakan bahwa produk Marungga merupakan sebuah produk yang akan melekat pada semua orang tapi perlu adanya penanganan dan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat dapat mengetahui mamfaat dan pentingnya marungga.
Menurut Yohanis Ruba Tay, marungga saat ini belum dikenal dengan baik oleh masyarakat Indonesia maupun di negara lain. Oleh sebab itu marungga perlu dipasarkan secara intensif dan lebih banyak lagi di sosialisasikan agar masyarakat dapat mengetahui mamfaat dari marungga.

” kami berterimakasih kepada BPTP yang sudah mengangkat produk marungga dalam seminar roadmap, dimana melalui seminar ini dapat menyatukan pikiran dan kami dari dinas pertanian juga selalu optimis untuk dapat mengembangkan marungga dan perlu adanya keterlibatan pemerintah dan semua pihak “. Ujar Yohanis Ruba Tay.

Dr. Ir. Yohanis Ngongo M. Sc selaku ketua tim BPTP NTT mengatakan, marungga merupakan program pemerintah khususnya di bidang pariwisata, dikarenakan marungga sangat berbeda, dimana marungga mempunyai kandungan gizi yang berbeda. Dikatakannya bahwa dalam Pengembangan tanaman marungga tidak boleh menganggu lahan – lahan pertanian potensial, kawasan hutan, pusat pemukiman, industri dan wilayah yang berada di jalur umum. Oleh sebab itu perlu adanya strategi pengembangan tanaman marungga yaitu dengan memamfaatkan sumberdaya lahan kering NTT sebagai lokasi pengembangan tanaman marungga, dan perlu mendorong pemberdayaan masyarakat dalam menanam marungga sebagai tanaman yang mempunyai nilai ekonomi, gizi yang tinggi serta untuk konservasi tanah. Dan yang paling penting mendorong tumbuhnya kelembagaan bisnis dan usaha industri bernasis marungga.

Tampak hadir pada seminar roadmap pengembangan tanaman marungga, kepala dinas Peternakan NTT, Bapedda NTT , Buloq NTT, akademisi, serta para stackeholder.

” roadmap pengembangan marungga sebagai “guidelines” bagi pengambil kebijakan dan semua stakeholder marungga agar bisa bekerjasama secara sinergis menjadikan mimpi besar tentang marungga menjadi kenyataan “. Pungkas Yohanis Ngongo. (Chint)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *