BPS Provinsi Ungkap Penyebab Fenomena Ekonomi

KupangIndonesia menyapa. Com
Fenomena ekonomi terjadi pada beberapa lapangan usaha di NTT disebabkan oleh beberapa hal antara lain berakhirnya masa panen tanaman, terjadi kekeringan ektrim, perubahan pola tanam musiman oleh petani dari tanaman pangan ke hortikultura, masa panen komoditi perkebunan tahunan, pemotongan hewan di RPH menurun, dan cuaca yang relatif kondusif untuk pelayaran. Hal ini disampaikan kepala Badan Pusat Statistik Propinsi NTT, Maritje Pattiwaelapia senin(5/11/2018) di aula kantor BPS Provinsi NTT.

Sebagaimana di ketahui bahwa kontribusi lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan terhadap perekonomian NTT triwulan lll – 2018 sebesar 28,64 persen.
Sedangakan laju pertumbuhan lapangan usaha pada pengadaan listrik dan gas triwulan lll – 2018 sebesar 8,06 persen. Maritje menjelaskan bahwa PLN area Kupang saat ini memiliki surplus daya sebesar 40 mega watt (MW).

” kita melihat laju pertumbuhan lapangan usaha pengadaan listrik dan gas triwulan lll 2018 sebesar 8,06 persen oleh sebab itu PLN area Kupang saat ini memiliki surplus daya sebesar 40 mega watt hal ini membuat adanya peningkatan produksi es untuk memenuhi kebutuhan perikanan ” .jelas Martje.

Sedangkan disektor ketenagakerjaan di NTT pada agustus 2018 , kepala BPS menyampaikan bahwa tingkat pengangguran terbuka ( TPT) mencapai 3,01 persen, dan turun dari agustus 2018 sebesar 3,27 persen. Sesuai data tersebut maka tingkat pengangur di NTT pada bulan agustus dimana mengalami peningkatan sebesar 74,7 ribu orang menjadi berkurang 3,8 ribu orang dibanding penganggur pada bulan agustus 2017 sebesar 78,5 ribu orang .

” penduduk yang bekerja di NTT pada bulan agustus 2018 mencapai 2,41 juta orang, kini bertambah 91,5 ribu orang di banding keadaan pada agustus 2017 sebesar 2.32 juta orang”. Jelas Maritje.
(cp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *