Gubernur Tegaskan Pentingnya Data Akurat Dalam Perencanaan Pembangunan

KupangIndonesia menyapa. Com
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT gelar kegiatan Ekspose Data dan Workshop Wartawan, Selasa (23/10/18). yang mengangkat tema, “Dengan data kita wujudkan NTT bangkit menuju sejahtera” ini diikuti oleh sekitar 150 orang peserta.

Pada kegiatan Expose Data Strategis dan Workshop Wartawan yang digelar Badan Pusat Statistik Provinsi NTT tersebut, kepala Bappeda, Wayan Darmawan saat membacakan sambutan Gubernur NTT, mengatakan kondisi pembangunan di provinsi saat ini masih tertinggal atau berada di urutan ketiga terbelakang setelah Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat dari 34 provinsi se-Indonesia.
Lebih lanjut Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Bappeda NTT, Ir. Wayan Darmawa, M.T menuturkan bahwa pemerintah provinsi secara serius meletakan data sebagai landasan yang kuat dalam proses perencanaan dan evaluasi. Hal tersebut mengingat betapa pentingnya data, baik dalam proses perencanaan pembangunan maupun dalam evaluasi kinerja pembangunan.

Disampaikan pula, Viktor melalui Kepala Bappeda NTT menegaskan bahwa pembangunan memang mahal, tetapi membangun tanpa data yang akurat akan lebih mahal. Oleh karenanya, dihimbau kepada semua yang hadir untuk secara pro aktif menjawab setiap kebutuhan data yang akurat dan menyampaikan data tersebut sesuai dengan tupoksi perangkat daerah masing-masing.

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwailapia, S.H, M.Si; Kepala Bappeda NTT, Ir. Wayan Darmawa, M.T. Hadir pula pihak Kadin NTT yang diwakili oleh Bobby Lianto. Nampak juga para pimpinan OPD tingkat Provinsi NTT serta 30 wartawan, baik dari media cetak, elektonik dan media online.

Indra A. Sofian Souri, ketua panitia kegiatan dalam kesempatan tersebut menuturkan 3 tujuan utama dilaksanakan kegiatan ekspose data dan workshop wartawan tersebut.

Tujuan di gelar workshop adalah melakukan sosialisasi data statistik strategis dan memberikan dukungan terhadap perbaikan data dan informasi pembangunan daerah. Ini perlu ditunjang oleh pemahaman para penyelenggara kegiatan statistik, pemangku kebijakan, media massa, dan masyarakat yang akan menguraikan makna dari data statistik dan informasi yang dihasilkan oleh BPS.

“Kedua, melaksanakan pembinaan bagi para penyelenggara kegiatan statisik, pemangku kebijakan, media massa dan masyarakat yang diupayakan antara lain dengan meningkatkan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statisik untuk mendukung pembangunan daerah,” tuturnya.

Selain itu, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan solusi yang optimal dalam memenuhi kebutuhan data yang lebih berkualitas untuk dimanfaatkan sebagai bahan dan perencanaan pembangunan daerah yang terukur dan komprehensif.

Sementara kepada para penggiat media cetak, elektronik, dan media daring diharapkan untuk proaktif dan produktif dalam menyuarakan perkembangan pembangunan NTT dengan berlandaskan data yang akurat dan terkini yang disediakan oleh BPS.

Lebih jauh, dalam kesempatan tersebut, Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwailapia, S.H, M.Si memaparkan materi mengenai Isu Strategis Provinsi NTT. Isu yang dipaparkan tersebut antara lain isu geografi, isu sosio demografi, isu ekonomi, isu kemiskinan dan ketimpangan, serta isu politik dan pemerintahan.

Selain Maritje, beberapa materi juga dipaparkan oleh pihak BPS. Antara lain Heri Drajat Raharja yang membawakan materi mengenai IPM dan ITK. Alberth Christian Lukan membawa materi mengenai kemiskinan dan Abdul Azis membawa materi mengenai inflasi. Selain itu, nampak pula I Gede Made Suwartana yang mempresentasikan materi mengenai pertanian dan Yezua Harnold Abel yang berbicara mengenai PDRB
Laporan : chin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *