Henry Indraguna : PT (PGGS) Bukan Perusahaan Bodong

KupangIndonesia Menyapa. Com
Tim Kuasa Hukum PT. Pangung Guna Ganda Semesta (PGGS), K.P Henry Indraguna, SH dan rekan,  saat menggelar konferensi pers di Hotel Amaris Kupang, Kamis (27/9/2018). memberikan penjelasan kepada masyarakat umum Kabupaten Kupang, terutama masyarakat yang berada diatas lahan HGU no.6/1992. Mengatakan bahwa PT Panggung Guna Ganda Semesta (PGGS) bukan perusahaan Bodong.

“Kalau ada informasi-informasi yang mengatakan, bahwa PT. panggung Guna Ganda Semesta (PGGS) adalah perusahaan “BODONG“,  maka dalam kesempatan ini kami sampaikan bahwa informasi tersebut ialah informasi TIDAK BENAR dan informasi tersebut ialah informasi FITNAH dan informasi BOHONG,” tegas Indraguna.

Menurut Indraguna, orang yang menyampaikan informasi  bahwa PT. Pangung Guna Ganda Semesta (PGGS) adalah perusahaan “BODONG“, telah melanggar Pasal 27 ayat (3) Junto Pasal 45 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Untuk lebih jelasnya, Indraguna mengutip isi pasal tersebut yang berbunyi, “Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (1),ayat (2), ayat (3),atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam ) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.1.000.000.000.00 ( satu miliar rupiah )”.

Bahwasanya, kata Indraguna, berdasarkan uraian pasal itu, tindakan orang yang menyampaikan informasi
bahwa PT. Pangung Guna Ganda Semesta (PGGS) adalah perusahaan “BODONG“, juga dapat dikategorikan telah melakukan tindak pidana sebagaiamana terdapat dalam Pasal 28 Ayat (1) dan ayat (2) Jo Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Bunyi pasal tersebut, kata Indraguna, adalah “Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) atau ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).”

Indraguna menegaskan, hingga saat ini PT. PGGS adalah satu-satunya perusahaan yang memiliki Hak Guna Usaha (HGU) atas tanah seluas 3,720 Ha yang terletak di Kabupaten kupang. Hal itu dapat dibuktikan dengan terbitnya Sertifikat Hak Guna Usaha No.6/1992 dan dalam sertifikat tersebut tercatat bahwa pemilik hak guna usaha atas tanah tersebut ialah PT.Panggung Guna Gandasemesta.

“Tentang kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan PT. Panggung Guna Ganda Semesta (PT. PGGS), dan selaku kuasa hukumnya, kami merasa penjelasan ini sangat diperlukan agar saudara kita diantaranya masyarakat yang berada di Kabupaten Kupang, khususnya masyarakat yang berada diatas lahan HGU no.6/1992 bisa mendapat informasi dan pemahaman yang benar,” jelas Indraguna.

Dijelaskan pula bahwa selain isu investasi bodong, PT. PKGD pun melakukan klarifikasi secara tegas terkait isu bahwa sertifikat HGU milik PT. PGGS telah digadaikan ke pihak Bank untuk kepentingan mendapatkan keuntungan secara finansial. Dirinya mengatakan bahwa isu itu pun tidak benar sembari menunjukan kepada awak media SHGU milik PT. PGGS yang telah di akuisisi oleh PT. PKGD Tanggal 10 Nopember 2017 seiring dengan di akuisisinya PT. PGGS oleh PT. PKGD. (Cp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *