NU NTT Berbagi Daging Kurban Kepada Masyarakat Di Pinggiran Kota

KupangIndonesia Menyapa. Com
Dalam rangka memperingati hari Idul adha, Pengurus Nahdatul Ulama Provinsi Nusa Tenggara Timur (NU) melaksanakan kurban dengan menyerahkan 240 kantong daging kurban kepada masyarakat kurang mampu di daerah pinggiran di Kota dan Kabupaten Kupang serta masyarakat yang berada di area komunitas Muslim dan Kristen.

Kegiatan dilaksanakan kamis (23/08/2018) di daerah bimoku. Ketua Panitia Pelaksanan penyembelihan Hewan Kurban N.U NTT, Abdul Syukur mengatakan, pembagian 240 kantong daging kurban terdiri dari 220 warga Kota Kupang dan 20 lainnya merupakan warga pinggiran di Kota dan Kabupaten Kupang. Sementara itu, jumlah hewan yang dikurbankan pada kesempatan tersebut terdiri dari, tiga ekor sapi dan lima ekor kambing yang disediakan oleh N.U NTT, Awang Noto Prawiro, Bank NTT,PT Semen dan sejumlah pemerhati, pengurus dan kerabat NU NTT. Terkait hal tersebut, Ketua Nahdatul Ulama Provinsi Nusa Tenggara Timur Jamaludin Achmad mengatakan, sasaran utama pemberian daging hewan kurban dikhususkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan para penyumbang serta masyarakat kristiani yang ada dipinggiran Kota dan Kabupaten Kupang.

“Kita berharap dari kurban ini bisa berdampak bagaimana meningkatkan tali silaturahim, soal perbedaan pandangan. Dan juga dengan kegiatan ini kita bangun tiga uqua oleh N.u yaitu, Uhuwa Islamiah, uhuwa watonia atau persaudaraan sebangsa dan setanah air, uhuwa persaudaraan sesama makluk ciptaan Tuhan. Jadi kita ingin membangun persaudaraan bersama semua orang terutama lintas agama,” ujar Djamaludin Achmad

Sementara itu, Sekertaris Nahdatul Ulama NTT Abdulah Ulumando mengharapkan, pemberian daging hewan kurban menjadi sebuah bentuk pengorbanan dan saling memberi dari yang berkelebihan kepada yang berkekurangan dengan tetap menghormati nilia-nilai kerukunan antar umat beragama di Nusa Tenggara Timur.

“Diharapkan, kegiatan ini dari tahun ke tahun kita akan coba mengevaluasi dan diharapkan kedepan lebih baik lagi pelaksanaan kegiatan idul kurban ini, sehingga apa yang menjadi harapan dan sasaran dari pada Nahdatul Ulama Provinsi Nusa Tenggara Timur bisa tetap tercapai yaitu, bagaimana bisa mengaplikasikan kerukunan hidup dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan serimonial keagamaan seperti Idul Kurban yang kita lakukan saat ini,” tegas Abdulah Ulumando.

Pada kesempatan yang sama Ketua Majelis Ulama Indonesia Nusa Tenggara Timur, Hadji Abdul Kadir Makarim juga mengharapkan, pembagian daging hewan kurban yang terus melibatkan umat non-muslim akan semakin memperat tali silaturahmi dan kerukunan antar sesama umat manusia di NTT.
(chintya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *