Alex Frans Cabut Gugatan Terhadap Kudji Herewila

KupangIndonesia Menyapa.Com
Alexander Frans,SH akhirnya mencabut gugatannya terhadap tergugat Dosen Fakultas Pertanian Undana Kupang; Ir Kudji Herewila, perihal Gugatan Ingkar Janji dengan Nomor Perkara 160/Pdt.G/2018/PN Kupang tertanggal 2 Juli 2018.

Gugatan Ingkar Janji/Wanprestasi dari Pengacara Alex Frans terhadap Kudji Pellokika Herewila atas Jasa Advokasi kasus pembagian warisan atas 2 (dua) bidang tanah masing-masing seluas 4.456 M2 dan 21.195 M2 di Desa Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, akhirnya dicabut oleh Alex Frans dengan “Alasan Formal.“

“Alex Frans mencabut gugatan dengan alasan formal,“ jelas Ketua Tim Kuasa Hukum Kudji Pellokika Herewila; Yohanes D Rihi, S.H., saat ditemui para Wartawan media cetak, elektronik dan online, Kamis/9 Agustus 2018 petang di RM Persada Jalan Herewila, Kota Kupang.

Lanjut Yohanes D Rihi, S.H.,“Tidak ada koordinasi dengan Tim Kuasa Hukum Kudji Pellokika Herewila. Ketika Sidang Mediasi tanggal 1 Agustus 2018; di ruang mediasi dia katakan kepada Hakim Mediasi; dikembalikan kepada Majelis, karena saya (Alex Frans-red) mau cabut perkaranya.“

“Minggu berikutnya, dia (Alex Frans-red) kirim Surat Pencabutan; dalam Surat Pencabutan itu hanya tertuang alasan formal,“ungkap Jon Rihi yang didampingi oleh 5 (lima) orang pengacara diantaranya Paulus Seran Tahu, S.H., MHum, Meriyeta Soruh,S.H., Isak Lalang Sir,S.H, Suyary Timbo Tulun,S.H.,M.H, dan Henry Sau Sabu, S.H.,M.H.

Selanjutnya Menurut Kudji Herewila, pencabutan gugutan tersebut; membuktikan bahwa semua tuduhan terhadap kami (Kudji Herewila cs) yang dinyatakan oleh Alexander Frans melalui media cetak, online dan media sosial (Facebook) adalah “Tidak Berdasar dan Mengada-ada.“

“Menyangkut Laporan kami ke Direskrimsus Polda NTT atas Perilaku AF yang menorehkan sejumlah tulisan keji yang setidaknya merusak nama baik keluarga di media sosial (medsos) “Tetap Harus Berjalan”. Biarlah Hukum yang membuktikan kebenarannya. Saya mencari keadilan yang sebenar-benarnya dan bukan bermaksud untuk membalas dendam,“ ujar Kudji

“Dia (Alex Frans-red) sudah diambil keterangan,Senin/6 Agustus 2018 oleh penyidik terkait Laporan/Pengaduan Nomor:STPLI/37/VI/2018/Ditreskrimsus Polda NTT tanggal 8 Juni 2018,“ ungkap Kudji Herewila.

Sedangkan Alex Frans ketika dikonfirmasi media melalui pesan Whats App, Jumat (10/8/2018), membenarkan ihwal pencabutan berkas gugatan tersebut.

“Alasan cabut gugatan itu, alasan formil gugatan dan itu hak penggugat untuk cabut, kecuali tergugat sudah jawab gugatan maka pencabutan harus disetujui tergugat, alasan formal maka setelah diperbaiki bisa daftar lagi”, jelas AF.

Dia menegaskan, setelah semua berkas gugatan diperbaiki, pihaknya akan kembali mendaftar di PN kupang.

“Iya, setelah kesalahan formal diperbaiki bisa daftarkan lagi dan itu aturan dalam hukum acara perdata dan itu biasa – bisa saja”, tegas AF.

Terkait laporan Kudji Herewila di Polda NTT, tentang ujaran kebencian dan penyalahgunaan informasi dan transaksi elektronil, AF menanggapinya dengan dingin.

“Soal laporan di Krimsus sudah diminta klarifikasi tentang postingan yang bilang klien biadab, jadi sudah jelaskan bahwa kata biadab itu ditujukan kepada klien yang cabut kuasa pakai identitas yang beda degan kuasa gugatan dan putusan PN, PT, MA, bukan untuk Kudji dan Bani. Hal ini dibuktikan dengan laporan ke polres kupang kota tentang menyuruh masukan identitas palsu di dalam kuasa gugatan dan hasilnya putusan PN, PT dan MA, jadi kata biadab itu untuk orang atau klien yg dilaporkan, jadi orang itu yang harus lapor bukan orang lain yang lapor”, urai AF
(cint)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *