Peluncuran Rencana Strategi Pencegahan Pengendalian, Pemberantasan Hog Cholera Di NTT

KupangIndonesia Menyapa.com
Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur NTT, mengelar Lokakarya strategi peluncuran Road Map pencegahan, pengendalian dan pemberantasan kolera babi ( HOG CHOLERA) tingkat Provinsi NTT yang di selenggarakan pada 25 April sampai 27 April di Aula Hotel Silvia.

Sebagaimana di ketahui bahwa Wabah Hog Cholera menyerang Pulau Flores pada pertengahan tahun 2017 dengan jumlah ternak yang mati ditingkat peternak dan perbibitan mencapai sekitar 10,000 ekor di Pulau Flores dengan perkiraan kerugian sebesar Rp 25 Milyard.

Penyebab utama dan serangan wabah Hog Cholera ini diantaranya ada
akibat cara pemeliharaan babi masih bersifat tradisional oleh masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Kurangnya perhatian atas pemeliharaan dan kebersihan kandang penggunaan pakan tradisional tidak sehat, serta minimnya obat dan vaksin.
Sehingga untuk mengatasi timbulnya kerugian yang lebih besar lagi pemerintah baik pusat bekerjasama
dengan PRISMA (program kerjasama pemerintah Indonesia dan Australia dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan petani dan peternak serta sejumlah pihak swasta dan kepentingan lainnya, telah mengambil langkah strategis sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit Cholera agar tidak menyebar ke daerah lainnya dalam skala yang lebih besar.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Peternakan NTT, Ir Danny Suhadi menyatakan bahwa Lokakarya ini merupakan langkah awal menuju perbaikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat NTT khususnya peternak babi, Sebagai upaya pencegahan pengendalian dan pemberantasan Hog Cholera di NTT .

Pada kesempatan tersebut Danny Suhadi juga menyampaikan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian Republik Indonesia bersama Dinas Peternakan Provinsi NTT, Dinas Peternakan Kabupaten dan instansi terkait bekerja sama dengan PRISMA, perusahaan swasta universitas dan berbagai pemangku kepentingan lainnya meluncurkan sembilan langkah strategis pencegahan Hog Cholera di NTT yang meliputi 1 Surveilans pengumpulan dan pengolahan data 2) Vaksinasi massal 3) Peningkatan tindakan di peternakan babi 4).
Pengawasan dan pengendalian Lalu Lintas Ternak Babi Hidup dan Produknya 5) Peningkatan kualitas temak babi bibit (perbaikan genetik) dan manajemen perbibitan, 6) Peningkatan manajemen gizi (pakan) serta kesehatan dan penyakit pada ternak babi (obat dan vitamin) Penguatan kelembagaan dan SDM B Pengembangan pangkalan data (database) peternakan babi NTT (optimalisasi iSIKHNAS) serta 9 Montoring evaluasi dan menghimpun pembelajaran pelaksanaan Road Map.

“Langkah strategis Pencegahan Pengendalian dan Pemberantasan Hog Cholera ini diharapkan dapat kembali mendorong bertumbuhnya industri peternakan babi di NTT Ke depannya sehingga NTT akan mampu menjadi salah satu provinsi lumbung babi.” pungkas Danny Suhadi

Laporan : winda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *